From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.4/8.7.1) id SAA07924 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Tue, 4 Feb 1997 18:43:40 -0500 (EST)
Subject: IN: KMP - Data tentang Bayi Ke-200 Juta Masuk Posko
Forwarded message:
From owner-indonesia-p@igc.org Tue Feb 4 18:34:57 1997
X-Authentication-Warning: igc7.igc.org: Processed from queue /var/spool/mqueue-maj
Content-Type: text/plain; charset="us-ascii"
Date: Wed, 5 Feb 1997 09:11:57 +1100 (EST)
From: indonesia-p@igc.apc.org
Message-Id: <199702042211.JAA00960@oznet02.ozemail.com.au>
Mime-Version: 1.0
Subject: IN: KMP - Data tentang Bayi Ke-200 Juta Masuk Posko
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: Windows Eudora Version 1.4.4
X-Sender: apakabar@ozemail.com.au (Unverified)
Sender: owner-indonesia-p@igc.apc.org
Precedence: bulk
INDONESIA-P
Kompas Online
Rabu, 5 Februari 1997
_________________________________________________________________
Data tentang Bayi Ke-200 Juta Masuk Posko
Jakarta, Kompas
Sampai hari Selasa (4/2) hingga pukul 20.00 WIB, periode ketiga
pencatatan, tercatat 1.352 kelahiran yang sudah dilaporkan dari 27
propinsi seluruh Indonesia, di Posko Pusat Pemilihan Kelahiran
Penduduk Indonesia Ke-200 Juta, Kantor Menteri Negara
Kependudukan/BKKBN, Jakarta. Diproyeksikan rata-rata ada kelahiran
8.182 jiwa setiap hari di Indonesia.
Agar terpilih sebagai penduduk ke-200 juta Kantor Menneg Kependudukan
memang mensyaratkan hal-hal seperti usia ibu saat menikah pertama 20
tahun atau lebih, sewaktu hamil memeriksakan diri secara teratur ke
dokter, bayi lahir normal (bukan dengan induksi atau bedah caesar).
Ketentuan ini masih ditambah persyaratan pendukung seperti siap
menyusui bayinya selama satu tahun.
Daftar kelahiran yang dicatat di posko itu sendiri, merupakan hasil
Laporan Jumlah Perkiraan Kelahiran di Lapangan pada 4 Februari 1997
hingga pukul 24.00 WIB.
Berdasarkan proyeksi kelahiran ada tiga daerah yang jumlah
kelahirannya besar. Jawa Barat merupakan propinsi pemegang rekor
terbanyak dengan angka kelahiran 1.678 bayi, Jawa Timur 1.230 dan Jawa
Tengah 1.169 bayi.
Sementara perkiraan jumlah kelahiran terendah Propinsi Sulawesi
Tenggara (108 bayi). Daerah lain yang juga rendah proyeksi
kelahirannya adalah Lampung (160 bayi) dan Yogyakarta (370 bayi).
Kegiatan Posko Pusat Pemilihan Kelahiran Penduduk Indonesia Ke-200
Juta ini, ditinjau Menko Kesra Azwar Anas didampingi Menteri Negara
Kependudukan/Kepala BKKBN bersama para Deputi dan Asmen pada Selasa
(4/2), sebelum Rapat Koordinasi Nasional tentang Pelaksanaan Inpres
No. 3 Tahun 1996 tentang Pembangunan Keluarga Sejahtera dalam Rangka
Peningkatan Penanggulangan Kemiskinan.
Berebut ke dokter
Sementara dari Yogyakarta dilaporkan, beberapa hari terakhir ibu-ibu
hamil berebut memeriksakan diri ke dokter dan meminta bantuan agar
bisa lahir hari Selasa. "Serbuan" ini menyebabkan beberapa rumah sakit
dan klinik bersalin kebingungan melayani permintaan untuk mempercepat
kelahiran dengan alasan agar anaknya bisa terpilih sebagai penduduk
Indonesia ke-200 juta.
Beberapa ibu hamil yang ditemui Kompas di sejumlah rumah sakit dan
klinik bersalin di Yogyakarta mengemukakan, ketika mendengar
pemberitahuan itu mereka langsung bergegas ke dokter bersalin dan
mencek kapan bayinya akan lahir.
"Siapa yang tidak ingin anaknya diberi nama oleh Presiden. Karena itu,
saya tidak bisa menahan diri untuk periksa dokter. Hasilnya,
kemungkinan besar bayi saya lahir tanggal 4 Februari. Saya bahagia,
ternyata hari ini saya melahirkan, bahkan lebih cepat dari perkiraan
dokter," ujar Nurdayani (30) ibu yang melahirkan bayinya di RS
Bersalin Pura Ibunda Yogyakarta.
Di beberapa RS bersalin sejak pagi sudah banyak ibu hamil antre minta
diperiksa. "Padahal sudah diberitahu kapan waktunya melahirkan, tetapi
ada juga yang ngotot diperiksa, siapa tahu prakiraan dokter meleset
dan ternyata mereka melahirkan," jelas Yani, perawat salah satu RS
bersalin.
Untuk mengetahui jumlah bayi yang lahir pada hari Selasa 4 Februari di
Yogyakarta, Kanwil BKKBN DIY membentuk posko khusus untuk menerima dan
mencari informasi kelahiran bayi. Sehari sebelum tanggal 4 Februari
1997 diperkirakan akan lahir sekitar 377 bayi di DIY.
Dokter Siswatiningsih SU, Kabid KB kantor wilayah BKKBN DIY
mengemukakan sekitar 50 bayi diperkirahkan sudah lahir dan telah
didata. Namun yang memenuhi syarat sampai sore hari hanya 17 bayi.
Bayi yang didata itu berasal dari lima Kabupaten/Kotamadya se-DIY.
"Kami berharap ada bayi dari Yogyakarta yang memenuhi syarat sebagai
penduduk Indonesia ke-200 juta," ujar Rusmiati, Kasie pelayanan
kontrasepsi BKKBN DIY.
Dari seluruh daerah tingkat II di Jawa Timur hingga Selasa tengah hari
(4/2) telah didaftar 41 bayi yang lahir tanggal 4 Februari 1997.
Menurut Imam H, Ketua Penmot Kanwil BKKBN Jatim, semua daerah tingkat
II di Jatim sudah mengirimkan pendaftaran bayi. Pendaftaran bayi
diadakan dalam dua tahap, yakni tahap pertama Selasa sampai pukul
11.00, dan tahap kedua pukul 11.00 sampai 22.00.
Setelah pendataan dilakukan, pemilihan akan dilakukan di Kantor BKKBN
Jatim, Jalan Airlangga, Surabaya, hari Rabu (5/2) pagi. Dari Jatim,
nantinya akan dipilih tiga bayi untuk diseleksi di tingkat pusat.
Pemenang di tingkat pusat akan diberi nama oleh Presiden Soeharto.
Namun bila ketiga utusan dari Jatim tidak terpilih, ketiganya akan
diambil kembali ke Jatim untuk diadakan pemilihan di tingkat I Jatim.
Pemenangnya akan diberi nama oleh Gubernur Jatim, HM Basofi Soedirman.
Dari Jawa Tengah, menurut keterangan Ardiningsih dari Posko
Menyongsong Kelahiran Penduduk ke-200 Juta tingkat Jawa Tengah di
kantor BKKBN Jateng di Semarang, sampai pukul 20.00 hari Selasa sudah
diterima laporan kelahiran bayi sebanyak 238 orang dari perkiraan
sebanyak 989 orang. (hh/bdr/dth/nas/wgt/sas)