From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.4/8.7.1) id TAA09732 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Mon, 27 Jan 1997 19:50:11 -0500 (EST)
Subject: [INDONESIA-L] PEMBEBASAN - Solidaritas Kaum Buruh Filipina
Forwarded message:
From owner-indonesia-l@Esosoft.com Mon Jan 27 19:29:26 1997
Date: Tue, 28 Jan 1997 00:52:41 +0100 (MET)
Message-Id: <199701272352.AAA23284@localhost>
To: INDONESIA-L@Esosoft.com
From: APAKABAR@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] PEMBEBASAN - Solidaritas Kaum Buruh Filipina
Reply-To: APAKABAR@clark.net (Pesan/Posting - Gratis/Free)
Alamat/Address Admin: MERDEKA@clark.net (Sub/Unsub)
Catatan/Remark: Berlangganan/Subscribe INDONESIA-P (Berita/News)
Ongkos/Cost INDONESIA-P: US$120 Satu Tahun/One Year
Sender: owner-indonesia-l@Esosoft.com
Precedence: bulk
=========================================
PEMBEBASAN NO.III/JANUARI 1997
"Memperjuangkan Demokrasi Multipartai Kerayatan"
SOLIDARITAS INTERNASIONAL
=========================================
=SOLIDARITAS KAUM BURUH FILIPINA :
PERUSAHAAN KELUARGA SUHARTO AKAN SELALU MENJADI SASARAN PROTES=
Bebaskan Dita Sari", "Suharto Hitler, diktator, pembunuh...keluar!",
begitulah spanduk yang tertulis besar-besar diantara 100 buruh yang
tergabung dalam Filipino Worker Solidarity (Solidaritas Buruh Filipina),
BMP, yang mengadakan aksi piket di depan kedubes Indonesia di Manila pada
tanggal 9 Agustus lalu. Ini adalah aksi yang pertama kali dilakukan orang
Filipina dalam mendukung gerakan pro-demokrasi di Indonesia, semenjak
pukulan yang dilakukan kediktatoran Suharto. Aksi tersebut diliput oleh
media massa secara luas.
BMP telah mempunyai komitmen untuk melakukan aksi kampanye dalama rangka
solidaritas terhadap gerakan buruh di Indonesia. Pres release yang dibuat
BMP bertuliskan: "Bisnis Indonesia di Filipina yang mempunyai hubungan
dengan kediktatoran Suharto akan menjadi target aksi protes damai BMP.
Perusahaan-perusahaan seperti Metro Pacific, sebuah konsorsium dengan Fort
Bonifacio, terkenal bahwa sahamnya milik keluarga Suharto. BMP akan melakukan
investigasi tehadap Metro Pasifik dan perusahaan lain, yang terkenal
mempunyai hubungan dengan rejim Suharto akan diprotes para aktivis."
Satpam dan intel kedutaan Indonesia belari mendatangi sekumpulan buruh yang
membakar gambar presien Suharto. Tetapi media massa, dengan kamera
televisinya, mencegah intervensi terhadap protes tersebut. Tempat itu
dikerumuni para spionase pemerintah Indonesia yang mencatat siap-siapa saja
yang datang di situ. Salah satu dari mereka bertanya kepada para organiser
aksi protes tersebut, apakah Dita Sari mempunyai hubungan dengan
orang-orang kiri?
Orator BMP mengambarkan situasi politik Indonesia dewasa ini. Leody De
Guzman menitik beratkan orasinya pada persamaan situasi politik Indonesia
yang sama dengan situasi masa Diktator Marcos berkuasa. Wilson Fortaleza
menggambarkan aksi piket ini merupakan "salvo pertama" berkaitan dengan
solidaritas BMP untuk "menjatuhkan kediktatoran Suharto". Sonny Melencio
menggarisbawahi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi yang berasal dari
"darah dan keringat kaum buruh Indononesia". Para kermunan itu bertanya: "
Suharto akan datang ke sini pada Bulan November untuk mengikuti konferensi
APEC. Apakah kita akan membiarkannya ?" "Tidak!", sahut para buruh.
BMP merencanakan membuat program pendidikan tentang situasi Indonesia.
Sebuah selebaran telah diproduksi. Berdasarkan pengalaman Filipina,
selebaran itu menjelaskan: "Suharto adalah Marcos Indonesia. Jenderal
Prabowo, menantunya, identik Jenderal Ver dari Filipina. SPSI mirip dengan
serikat buruh pemerintah Filipina, TUCP".
BMP juga mengumpulkan tandatangan bagi petisi untuk membebaskan para tapol
PRD, terutama Dita Sari dan membebaskan ketua SBSI Muchtar Pakpahan.
(dikutip dari GLW)
=eof=
=======================================
PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK (PRD)
PEOPLE'S DEMOCRATIC PARTY OF INDONESIA
Overseas Office
E-mail : prdint1@peg.apc.org
=======================================