From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.4/8.7.1) id KAA17425 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Sun, 26 Jan 1997 10:25:45 -0500 (EST)
Subject: IN: JWP - Tak Terpengaruhi Kinerja Astra, Perombakan Dewan Komisaris
Forwarded message:
From owner-indonesia-p@igc.org Sun Jan 26 08:07:26 1997
X-Authentication-Warning: igc7.igc.org: Processed from queue /var/spool/mqueue-maj
Content-Type: text/plain; charset="us-ascii"
Date: Mon, 27 Jan 1997 00:03:42 +1100 (EST)
From: indonesia-p@igc.apc.org
Message-Id: <199701261303.AAA15024@oznet02.ozemail.com.au>
Mime-Version: 1.0
Subject: IN: JWP - Tak Terpengaruhi Kinerja Astra, Perombakan Dewan Komisaris
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: Windows Eudora Version 1.4.4
X-Sender: apakabar@ozemail.com.au (Unverified)
Sender: owner-indonesia-p@igc.apc.org
Precedence: bulk
INDONESIA-P
Jawa Pos
26 Januari 1997
_________________________________________________________________
Kinerja Astra Tak Terpengaruh
Direksi Janjikan Laba Bersih Rp 614 Miliar
Jakarta, JP
Rencana perombakan dewan komisaris Astra International tak
mempengaruhi kinerja perusahaan otomotif terbesar di Indonesia ini.
Jajaran direksi perusahaan ini tampak tenang-tenang saja. ''Siapa pun
yang menjadi pemegang saham Astra, kami yakin bisa bekerja sama,''
ujar seorang anggota direksi Astra International kepada Jawa Pos
kemarin. Seperti diketahui, Astra International bakal melakukan
perombakan di jajaran dewan komisaris. Raja kayu Mohamad Bob Hassan
bakal dikukuhkan sebagai presiden komisaris Astra International pada
19 Februari nanti. Bob menggantikan posisi A.R. Ramly yang akan turun
kelas menjadi wakil Preskom. Selain Bob Hassan, nama lain yang bakal
masuk di jajaran komisaris ialah Anthony Salim dan Putera Sampoerna.
Sementaraitu, anggota komisaris lainnya, seperti Henry Pribadi,
Widigdo Sukarman, dan Subagyo Karsono, bakal tergeser alias tidak lagi
duduk di jajaran komisaris. Yang mungkin masih bertahan di jajaran
dewan komisaris adalah Prajogo Pangestu. Rencana perombakan dewan
komisaris ini menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan terpengaruhnya
kinerja Astra International. Karena itu, anggota direksi yang enggan
disebut namanya itu lantas menceritakan kinerja Astra International
yang selama ini dikenal amat tangguh. Ini tentu tak lepas dari
kemampuan para personelnya yang dimotori Teddy P. Rachmat (Presdir),
Rini P. Suwandi (keuangan), dan Benny Subianto yang telah sukses
membesarkan United Tractor. Senada dengan itu, dikemukakan Bintoro
Tjitrowirjo, general manager PT Multi France Motor, anak perusahaan
Astra International. ''Saya kira pergantian komisaris ini tidak akan
banyak mempengaruhi kinerja Astra Group,'' katanya kepada Jawa Pos di
Jakarta tadi malam. Menurut Bintoro, mungkin saja ada semacam
perubahan strategi global. Tetapi, unit-unit operasinya tidak akan
berubah. ''Kalau kita bicara kinerja grup, kan bisa lihat unit-unitnya
sebagai kekuatan,'' katanya. Bintoro benar. Sebagai contoh, ketika
pasar otomotif nasional mandek gara-gara tersodok program mobil
nasional, penjualan mobil produk Grup Astra tidak banyak terpengaruh.
Sepanjang 1996, penjualannya hanya turun 2,85 persen. Ini pun bukan
karena dampak psikologis mobil nasional Timor, tetapi karena serbuan
air banjir yang menghantam gudang-gudang mobil Astra. Dilihat dari
segi ini, jajaran direksi Astra International memang belum perlu
dirombak. Bahkan, mereka patut mendapat pujian. Yang menarik, di
tengah ributnya perburuan saham dan rencana perombakan jajaran dewan
komisaris, jajaran dewan direksi yang dimotori Teddy P. Rachmat ini
justru menjanjikan perolehan laba yang amat besar. Tahun ini Astra
International menargetkan laba bersih Rp 614 miliar. Berarti, laba
yang dijanjikan Teddy cs ini naik 36,4 persen dibanding laba bersih
1996 yang Rp 450 miliar. Menurut sejumlah pengamat, target Astra
International tersebut bukan hanya sekadar move. Tetapi, kinerja
perusahaan ini memang memungkinkan untuk meraup laba besar. Bahkan,
beberapa langkah konkret yang menjanjikan keuntungan besar sudah
dilakukan, di antaranya dengan meluncurkan produk mobil-mobil andalan
yang sangat kompetitif. Toyota Astra Motor, misalnya, telah
mengeluarkan 20 varian Kijang generasi terbaru. Menurut data terakhir
yang diperoleh Jawa Pos, penjualan Kijang generasi terbaru ini amat
luar biasa. Sejak diluncurkan awal Januari hingga saat ini sudah
dipesan 10.000 unit. Padahal, kapasitas produksi Kijang ini hanya
3.000 unit per bulan. Dengan begitu banyaknya varian yang ditawarkan,
Kijang generasi terbaru ini memang bisa menyodok hampir semua segmen
pasar. Apalagi, konsepnya bukan lagi mobil niaga, tetapi mobil sedan
untuk keluarga. Dengan konsep barunya ini, lantas Kijang mampu
menyodok ke kelas jip seperti Suzuki Escudo dan Opel Blazer. Juga,
Kijang mampu merambah segmen yang lebih ke bawah, yakni mobil-mobil
niaga yang dijual hampir Rp 30 juta. Itu baru di unit Toyota Astra
Motor. Di unit lain, seperti BMW juga menampilkan unggulan yang mampu
menyodok segmen yang selama ini dikuasai Honda dan Mitsubishi. Yakni,
BMW seri 318 dan 323. Tahun lalu, seri ini menembus angka penjualan
3.000 unit, padahal pasar otomotif sedang lesu. ''Tahun ini kita
targetkan 3.500,'' ujar Bintoro optimitis. Optimistis Bintoro ini
cukup masuk akal. Sebab, BWM seri 318 memang kini tengah menjadi
primadona di kelasnya. Dengan harga Rp 111,5 juta per unit, BMW seri
318 ini memang bisa masuk ke segmen Mitsubishi Galant dan Honda Acord.
Sementara itu, Peugeot yang selama ini menawarkan kenyamanan Prancis
ini juga punya produk unggulan yang bisa menyumbang perolehan laba
cukup besar bagi Astra International. ''Andalan Peugeot pada 1997 ini
tetap seri 306 dengan empat varian yang sudah dipasarkan,'' ujar
Bintoro yang juga menangani divisi BMW, Isuzu, dan Daihatsu ini. Tahun
lalu, menurut Bintoro, Peugeot 306 mampu menjual 1.400 unit. Padahal,
situasi pasar mobil sedan kelas 1.800 cc di kelasnya sedang mengalami
paceklik. Dan, tahun ini Peugeot 306 ditargetkan terjual 2.000 unit.
Segmen yang diincar ialah segmen yang selama ini dikuasai Honda Civic
dan Corolla. Unit usaha otomotif yang juga menjanjikan laba luar biasa
bagi Astra International ialah Isuzu. Tahun lalu, total penjualan raja
diesel ini mencapai 40.000 unit. Tahun ini ditargetkan naik 10 persen
atau menjadi 44.000 unit. ''Unggulannya, ya, di Isuzu Panther seri 2.5
direc injection,'' ujar Bintoro lagi. Ini baru sebagian dari unit
otomotif di bawah payung Astra International. Unit lain seperti
agroindustri, perkebunan, garmen, dan alat-alat berat yang ditangani
United Tractor juga memberikan jaminan bagi Astra International.
(alf/dwo)
(alf/dwo).