IN: BI - Menelaah Daftar Calon

From: apakabar@clark.net
Date: Tue Jan 21 1997 - 05:24:00 EST


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.4/8.7.1) id JAA00063 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Tue, 21 Jan 1997 09:09:22 -0500 (EST)

Forwarded message:
From owner-indonesia-p@igc.org Tue Jan 21 00:56:18 1997
X-Authentication-Warning: igc7.igc.org: Processed from queue /var/spool/mqueue-maj
Content-Transfer-Encoding: 8bit
Content-Type: text/plain; charset=ISO-8859-1
Date: Mon, 20 Jan 1997 23:06:06 -0500 (EST)
From: indonesia-p@igc.apc.org
MIME-Version: 1.0
Message-Id: <199701210406.XAA12095@explorer2.clark.net>
Subject: IN: BI - Menelaah Daftar Calon
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: ELM [version 2.4 PL24alpha3]
Sender: owner-indonesia-p@igc.apc.org
Precedence: bulk

INDONESIA-P

                                                                  [Image]
                                             Opini / Edition :21-JAN-1997
                                                                  [Image]

                            Menelaah daftar calon

   Daftar calon sementara pemilihan umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat
   (DPR) tahun 1997, telah diumumkan dengan harapan agar masyarakat
   memberikan tanggapan atau keberatan terhadap calon yang diajukan
   masing-masing organisasi peserta Pemilu.

   Dengan diumumkannya daftar calon sementara anggota Dewan Perwakilan
   Rakyat untuk pemilihan umum tahun ini, maka warga kita, terutama
   mereka yang mempunyai hak pilih dengan sendirinya telah dapat
   melakukan penelitian dan pengkajian terhadap calon-calon yang muncul.
   Mereka yang keberatan terhadap calon sementara yang sudah diumumkan
   tersebut dapat mengajukannya ke Panitia Pemilihan Indonesia hingga
   tgl 18 Februari nanti.

   Dari pengumuman itu dapat diketahui bahwa Partai Persatuan
   Pembangunan mencalonkan 720 nama, Golkar, 829 nama dan Partai
   Demokrasi Indonesia, 744 nama calon. Dari para calon yang jumlahnya
   2293 nama itu, para organisasi peserta pemilihan umum mengajukan
   berbagai kalangan, termasuk seniman, wartawan, pengusaha, pejabat
   bahkan para menteri.

   Reaksi dan tanggapan terhadap calon-calon sementara angggota DPR,
   yang telah diumumkan itu, dapat dilakukan secara rertulis dengan
   alasan-alasan serta bukti-bukti yang kuat, disertai nama dan alamat
   dipenanggap. Tanggapan dan sorotan bisa dalam bentuk kesetiannya
   kepada Pancasila dan UUD 45. Bisa juga menyangkut moral dan
   kesusilaan. Atau yang bersangkutan dengan proses hukum.

   Reaksi dari masyarakat nampaknya bakal ramai. Semua pihak nampaknya
   sangat berkepentingan untuk memberikan reaksi dan tanggapan mengingat
   penting dan strategisnya kedudukan wakil rakyat di di DPR. Reaksi dan
   kritikan serta tanggapan juga sebelumnya sudah muncul ketika daftar
   calon sementara masih dalam tahap penyusunan. Organisasi peserta
   pemilihan umum, yang merasa mendapat hambatan dan kesulitan memenuhi
   berbagai pensyaratan yang ditetapkan pemerintah, banyak yang
   mengajukan protes.

   Hasilnya? Nampaknya berbagai keberatan dan protes yang diajukan
   organisasi peserta pemilihan umum itu tidak banyak ditanggapi.
   Keberatan dan protes dan tanggapan mereka seakan tenggelam dalam
   "bayang-bayang kekuasaan".

   Sebelum tahapan Pemilu mencapai tingkat pengumuman daftar calon
   sementara, para pakar politik banyak mengkhawatirkan bakal munculnya
   neo-feodalisme di Indonesia, terutama karena sistem penyusunan daftar
   calon belum sepenuhnya didasarkan pada sistem demokrasi. Mereka
   khawatir akan bangkitnya kasta "darah biru" dan tampilnya
   neo-feodalisme dalam kancah dan percaturan politik di Indonesia.
   Mengapa gejala demikian muncul dan dikhawatirkan menghambat
   pertumbuhan demokrasi di negara ini? Hal itu bisa jadi karena
   terlihat kecenderungan munculnya nama-nama anak-anak pejabat, kerabat
   dekat pejabat dan orang-orang di sekeliling elite kekuasaan menjadi
   calon sementara anggota DPR. Dan menduduki daftar jadi. Padahal ada
   diantaranya yang belum berbobot. Karir kekaderannya pun masih
   dipertanyakan.

   Dalam kaitan dengan nama calon sementara anggota DPR yang baru
   diumumkan itu, kita tentu sangat mengharapkan masyarakat ikut
   memberikan tangggapan. Tangggapan terhadap calon-calon sementara
   anggota perwakilan rakyat itu barangkali dapat diharapkan merupakan
   partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan demokrasi. Ini juga
   menunjukkan betapa kritis dan tajamnya perhatian masyarakat terhadap
   para calon yang nantinya akan mewakili mereka di DPR.

   Dari sini juga barangkali kita dapat memantau sejauh mana masyarakat
   peduli dengan haknya untuk menilai, secara langsung terhadap para
   calon sementara angggota DPR, sebelum mereka lolos ke gelanggang
   Senayan.

   Pemilihan Umum 1997 diharapkan akan dapat menampilkan wakil-wakil
   rakyat yang berbobot dan teruji kemampuannnya membawakan aspirasi
   masyarakat, terutama menghadapi era globalisasi di awal abad ini.
   Harapan tersebut dapat terwujud jika masyarakat ikut memberikan
   tanggapannya. Pemrosesan tanggapan terhadap calon-calon sementara itu
   pun diharapkan secara transparan agar seluruh rakyat dapat
   mengetahuinya.

                                                                  [Image]
                                             Opini / Edition :21-JAN-1997
                                                                  [Image]