IN: MI - Fatahillah bakal Diputar d

From: indonesia-p@igc.apc.org
Date: Sat Nov 16 1996 - 16:40:00 EST


Subject: IN: MI - Fatahillah bakal Diputar di Kawasan ASEAN

INDONESIA-P

X-within-URL: http://www.rad.net.id/online/mediaind/publik/9611/16/MI18-1.16.html

   
      Sabtu, 16 Nopember 1996
      
Fatahillah bakal Diputar di Kawasan ASEAN

     _________________________________________________________________
                                      
   CIREBON (Media): Walau film Fatahillah baru akan dimulai syutingnya
   hari ini, sebuah perusahaan film Malaysia sudah menyatakan siap
   mengedarkan film tersebut nantinya di negeri-negeri kawasan ASEAN.
   Perjanjian Kerjasamanya telah ditandatangani, kemarin, di Cirebon,
   antara Serangkai Film Sdn. Bhd, sebuah perusahaan film Malaysia dan
   produser eksekutif Fatahillah, dengan disaksikan Gubernur KDKI Surjadi
   Sudirdja.
   
   Menurut Habsah Hassan, pihak yang mewakili Serangkai Film Sdn. Bhd
   dalam penanadatangan itu, selain akan diedarkan di Malaysia,
   Fatahillah juga akan ia edarkan di Singapura, Brunei Darussalam, dan
   Thailand.
   
   "Saya kagum pada kesungguhan sekaligus kenekatan sineas Indonesia
   dalam memproduksi film ini. Itulah yang membuat saya tak ragu untuk
   bekerjasama," ujar Habsah Hassan.
   
   Sementara itu, Surjadi kemarin kembali mengungkapkan harapannya kepada
   seluruh kru yang terlibat untuk 'habis-habisan' dalam penggarapan film
   ini. "Karena ini adalah film pertaruhan bagi sineas Indonesia. Kalau
   ini gagal, jangan bermimpi untuk bisa melihat lagi film Indonesia yang
   baik."
   
   Film berbiaya Rp. 2,25 miliar ini, juga diproduksi dalam bentuk
   sinetron serial. Sehingga penggarapannya agak berbeda; yaitu di-syut
   oleh dua jenis kamera --kamera seluloid dan kamera video.
   
   "Walau demikian, ada syut-syut yang diambil kamera film tadi tidak
   diambil kamera video. Demikian sebaliknya. Jadi baik film maupun
   sinetronnya akan memiliki kelebihan masing-masing," ujar Imam Tantowi,
   salah satu sutradara yang pernah sukses lewat film Saur Sepuh dan
   serial TV Kaca Benggala. Dalam Fatahillah, Imam Tantowi kerja bareng
   dengan Chaerul Umam.
   
   Kisah Fatahillah sendiri hingga kini masih dalam pembahasan mengenai
   kebenaran jalan sejarahnya. Ada catatan sejarah yang menyatakan bahwa
   Fatahillan atau Faletehan adalah juga Sunan Gunung Jati atau Pangeran
   Syarief Hidayatullah. Tetapi menurut kajian sejarah Uka
   Tjandrasasmita, yang menjadi penasihat sejarah dan kepurbakalaan tim
   produksi Fatahillah, Fatahillah dan Sunan Gunung Jati adalah dua orang
   yang berbeda. "Bahkan, Fatahillah adalah menantu Sunan Gunung Jati,"
   tandasnya, seraya berharap bahwa dengan film ini akan bisa
   menjernihkan kontroversi itu.
   
   Sementara itu, beberapa kapal Portugis buatan, beserta sekitar 40
   miniaturnya telah selesai dikerjakan oleh penata artistik El Badrun.
   Menurut rencana, syuting awal hari ini di pantai Lembang akan
   mengambil adegan perang di laut antara pasukan Portugis dan pasukan
   pimpinan Pati Unus. (Usp/Op-1)
     _________________________________________________________________