IN/KRIM: RPK - Christie's Batalkan

From: apakabar@clark.net
Date: Sun Sep 22 1996 - 07:00:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by clark.net (8.7.1/8.7.1) id KAA23747 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Sun, 22 Sep 1996 10:00:14 -0400 (EDT)
Subject: IN/KRIM: RPK - Christie's Batalkan Lelang Lukisan Raden Saleh

Forwarded message:
From owner-indonesia-p@igc.org Sun Sep 22 01:46:50 1996
Content-Type: text/plain; charset="us-ascii"
Date: Sun, 22 Sep 1996 04:32:28 GMT
From: indonesia-p@igc.apc.org
Message-Id: <199609220432.EAA09979@smtp-gw01.ny.us.ibm.net>
Mime-Version: 1.0
Subject: IN/KRIM: RPK - Christie's Batalkan Lelang Lukisan Raden Saleh
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: Windows Eudora Light Version 1.5.2
X-Sender: apakabar@ozemail.com.au (Unverified)
Sender: owner-indonesia-p@igc.apc.org
Precedence: bulk

INDONESIA-P

http://www.republika.co.id/9609/22/22LUKIS.014.html
Republika Online
Minggu, 22 September 1996
                                      
               Christie's Batalkan Lelang Lukisan Raden Saleh
                                      
                                      
     JAKARTA -- Balai Lelang Christie's Singapura akhirnya membatalkan
    lelang lukisan karya dua maestro Indonesia -- Raden Saleh dan Basuki
   Abdullah. Namun, hingga kini belum jelas benar di manakah dua lukisan
                                itu berada.
                                      
     Seorang pejabat Christie's International Singapore Ltd, mengatakan
     seperti dikutip Jakarta Post Sabtu kemarin, bahwa dua lukisan itu
      telah dihapus dari daftar lelang Lukisan Asia Tenggara yang akan
   berlangsung 6 Oktober mendatang. Namun, dia tak menyatakan apa alasan
    penghapusan dan apakah pihak Christie's telah menyimpan dua lukisan
                                   tadi.
                                      
    Lukisan Raden Saleh berjudul Gubernur Jendral Van den Bosch [buatan
       1867 dan berukuran 16,5 x 67,3 cm] dan lukisan Basuki Abdullah
       berjudul A Nude [132,5 x 98 cm] selama ini tersimpan di Museum
                    Nasional, Jl. Merdeka Barat Jakarta.
                                      
       Pertanyaannya: adakah lukisan di museum itu tercuri atau yang
   ditawarkan di Singapura tadi salinannya? Dirjen Kebudayaan Prof Dr Edi
   Sedyawati yang dihubungi Republika tadi malam menjawab: "No comment."
              Pihaknya, kata Edi, tengah menyelidiki hal ini.
                                      
       Hilang atau tidak dua lukisan berharga tadi dari museum masih
    merupakan teka-teki. "Bila ini benar terjadi [lukisan itu hilang --
    red], kita kehilangan karya lukis bernilai tinggi," ujar Sudarmadji,
                    salah satu pengamat lukis Indonesia.
                                      
   Raden Saleh dikenal sebagai pelukis klasik Indonesia yang brilian; dia
    pernah dijuluki sebagai "Rembrandt of Indonesia". Lukisannya sangat
    mahal. Christie's sendiri tahun lalu melelang salah satu lukisannya
           Berburu Kijang dengan nilai fantastis, Rp 4,6 milyar.
                                      
      Sudarmadji mengimbau agar kontroversi ini dituntaskan: benarkah
          lukisan itu hilang, dan jika benar, siapakah yang harus
     bertanggungjawab? "Agar tidak semua pihak tercoreng aib," katanya.
                                      
    Pengamat senirupa Agus Dermawan, menilai tipis kemungkinan mengusut
   asal-usul kedua lukisan itu kepada Balai Lelang Christie's, jika benar
   telah ada di sana. Ini lantaran lembaga lelang memiliki kode etik yang
   menyebutkan, biro lelang tak perlu tahu dan mengusut asal-usul lukisan
             kepada orang yang memberikannya ke lembaga lelang.
                                      
     Kurator lukisan kondang lainnya, Jim Supangkat, mengatakan, andai
     rumor hilangnya lukisan benar terjadi, itu berati pihak pengelola
    museum selama ini berlaku menyepelekan terhadap koleksi lukisan yang
     ada. Sebab, katanya, selain sangat bernilai sejarah, lukisan Raden
        Saleh sekarang telah merambah dunia bisnis milyaran rupiah.
                                      
                                 &#127 uba