IN/KRIM: KMP - 'Hacker' Menyerang K

From: apakabar@clark.net
Date: Wed Sep 04 1996 - 17:57:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.7.1/8.7.1) id UAA28338 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Wed, 4 Sep 1996 20:56:44 -0400 (EDT)
Subject: IN/KRIM: KMP - 'Hacker' Menyerang Kompas dan Tempo ...

Forwarded message:
From owner-indonesia-p@igc.org Wed Sep 4 20:52 EDT 1996
Content-Transfer-Encoding: 8bit
Date: Wed, 4 Sep 1996 20:18:35 -0400 (EDT)
From: apakabar@clark.net
MIME-Version: 1.0
Message-Id: <199609050018.UAA21783@explorer2.clark.net>
Subject: IN/KRIM: KMP - 'Hacker' Menyerang Kompas dan Tempo ...
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: ELM [version 2.4 PL24alpha3]
Sender: owner-indonesia-p@igc.apc.org
Precedence: bulk
Content-Type: text/plain; charset=ISO-8859-1
Content-Length: 9432

INDONESIA-P

X-within-URL: http://www.kompas.com/9609/04/IPTEK/radi.htm
   
   Rabu, 4 September 1996
     _________________________________________________________________
   
              DILEMA "HACKER" DAN "CRACKER" DI JARINGAN INTERNET
                                       
   
   
   
   
   DIBOBOL - Homepage milik Departemen Kehakiman AS pada tanggal 17 A-
   gustus lalu, dibobol oleh hacker/ cracker yang berhasil menyusup dan
   menem-
   patkan sebuah homepage baru (kanan). Kecanggihan teknologi ternyata
   me-
   mang masih tetap rawan terhadap kecanggihan orang-orang yang iseng
   atau je-
   nius yang dengan demonstratif menunjukkan kemampuannya.
   
   ALKISAH, sekitar pekan lalu ada seorang yang berusaha untuk menerobos
   masuk ke mesin Web Server milik Kompas Online
   (http:///www.kompas.com). Orang yang sama ini juga masuk ke halaman
   elektronik (homepage) milik tabloid Bintang dan Tempo Interactif.
   
   Si penerobos yang menyebut dirinya sebagai Hacker dengan menggunakan
   alamat e-mail hacker@hotmail.com dengan bangganya menulis pada
   newsgroup soc.culture.indonesia. "He.. he.. heeeee..... Homepage
   Bintang telah Jebol (sic!). Coba Anda browser halaman utama sampai
   selesai. Lihat juga http://www.proklamasi.co.id (Tempo Interaktif)
   juga telah jebol," tulisnya.
   
   Yang dilakukan oleh pengguna jaringan Internet dengan nama Hacker ini,
   sebenarnya bukan perusakan data. Yang dilakukan adalah mengubah sebuah
   file tampilan utama milik kedua homepage Indonesia tersebut. Steve
   Siopsis, sistem administrator yang mengatur dan melakukan supervisi
   atas mesin Web Server Kompas Online melalui e-mail mengatakan bahwa
   orang dengan e-mail hacker@hotmail.com ini sebenarnya bukan seorang
   hacker.
   
   Secara terminologi, yang biasa digunakan oleh para pengguna jaringan
   Internet, hacker adalah orang yang menikmati eksplorasi rincian sistem
   program dan mempunyai kemampuan untuk memelarkan keahliannya, yang
   lebih suka mempelajari seluk-beluk jaringan Internet (atau sejenisnya)
   untuk kebutuhan minimum. Dari kata aslinya sendiri, hacker adalah
   seseorang yang membuat mebel dengan sebuah kampak.
   
   Apa yang dilakukan oleh hacker@ hotmail.com terhadap Bintang dan Tempo
   Interaktif, juga terhadap Kompas Online tapi tidak berhasil, adalah
   menggunakan program FTP (File Transfer Protocol) menebak password yang
   digunakan oleh pengelola kedua homepage tersebut.
   
   
   
   
   
   SARANA "HACKER" - Seorang Indonesia bernama
   Irwan mempunyai homepage yang memberikan ber-
   bagai fasilitas file dan penjelasan bagi pengguna ja-
   ringan Internet untuk menjebol sistem keamanan
   server-server komputer di jaringan Internet. Irwan a-
   dalah salah satu dari jutaan orang yang mengguna-
   kan jaringan Internet yang bisa memberikan cara-
   cara menjebol sistem keamanan komputer. Buku log
   
   Terhadap Kompas Online, Siopsis yang tinggal di Knoxville, Tennesse,
   AS, mengatakan bahwa orang yang sama ini melakukan sekitar 40 kali
   upaya untuk menebak password yang digunakan oleh Kompas Online.
   Homepage Bintang sendiri memang berhasil dipecahkan password-nya, itu
   sebabnya hacker@ hotmail.com ini mengumumkan keberhasilannya di
   newsgroup, sebuah sarana untuk menyebarkan informasi di jaringan
   Internet.
   
   Hacker@hotmail.com mengira bahwa tindakannya ini tidak diketahui oleh
   pengelola homepage masing-masing. Walaupun ia menggunakan alamat
   e-mail hacker@hotmail.com yang memang bisa secara gratis diperoleh
   melalui jaringan Internet (http://www.hotmail.com), identitasnya bisa
   diketahui karena masing-masing homepage tersebut mempunyai sebuah log
   program yang mencatat identitasnya.
   
   Melalui e-mail kepada Kompas, Siopsis mengatakan bahwa hacker@
   hotmail.com itu adalah seseorang yang melakukan koneksi ke jaringan
   Internet melalui penyedia jasa (provider) RadNet di Jakarta melalui
   dyn2048a. dialin.rad.net.id, menggunakan Internet Protocol dengan
   identifikasi 202.154.7.48.
   
   Program log pun mencatat waktu yang tepat kapan hacker@hotmail.com
   melakukan kegiatannya. Dengan demikian, provider Internet bisa
   menyediakan data-data siapa yang mengakses jaringan Internet ketika
   itu, dan berupaya masuk ke mesin Kompas Online dengan mencoba
   menebak-nebak password yang digunakan.
   
   
   
   Apa yang dilakukan hacker@hotmail.com memang tidak bisa dikategorikan
   sebagai hacker atau cracker, karena kegiatan yang dilakukannya
   berupaya membongkar sebuah sistem keamanan komputer yang dilindungi
   password dengan cara menebak. Mereka yang disebut hacker atau cracker
   pada umumnya adalah orang-orang yang ahli menggunakan program untuk
   melakukan penerobosan ke sistem-sistem komputer.
   
   Muka Hitler
   
   Salah satu contoh kegiatan hacker dan cracker yang terjadi dalam
   jaringan Internet adalah homepage milik Departemen Kehakiman AS yang
   berhasil ditembus pada tanggal 17 Agustus yang lalu. Isi homepage
   Departemen Kehakiman AS (http://www.usdoj.gov) diubah sebagai protes
   atas upaya pemerintahan Presiden AS Bill Clinton yang mendorong
   dilaksanakannya regulasi atas jaringan Internet.
   
   Penerobosan oleh hacker yang menyebut diri mereka sebagai Big Brother
   ini dilakukan pada hari Sabtu dinihari pada tanggal 17 Agustus 1996.
   Beberapa jam kemudian, penerobosan yang mengubah file tampilan pertama
   (biasanya file dengan nama "index. htm" atau "welcome.htm") homepage
   Departemen Kehakiman AS ini diketahui oleh pengawas sistem komputer.
   
   File yang diterobos oleh Big Brother ini diambil dari homepage
   Departemen Kehakiman AS, dan diperlukan sedikitnya dua hari bagi para
   pengelola homepage untuk memperbaiki kebolongan dalam sistem
   keamanannya.
   
   Memang tidak ada data yang dirusak oleh penerobos ke homepage
   Departemen Kehakiman AS tersebut. Namun seluruh halaman tampilan
   pertama di homepage ini diganti dengan muka Hitler, George Washington,
   dan beberapa gambar yang tidak senonoh.
   
   Dari kasus yang terjadi pada homepage Departemen Kehakiman AS ini,
   jelas bahwa homepage di dalam jaringan Internet yang berjumlah jutaan
   itu sangat rawan terhadap penerobosan yang tidak sah ini. Penerobosan
   yang dilakukan jelas merupakan pekerjaan para hacker dan cracker yang
   memahami seluk beluk jaringan Internet, termasuk pembuatan program
   yang mampu mendeteksi password.
   
   "Hacker" sah
   
   Banyak kasus yang muncul berkaitan dengan rawannya jaringan Internet
   terhadap para hacker dan cracker ini. Di Indonesia, misalnya, homepage
   milik IptekNet (http://www.iptek.net.id) pernah dibobol seorang yang
   anti-integrasi Timor Timur (Kompas 10/2).
   
   Pada umumnya, pembobolan sebuah homepage dilakukan dengan menerobos
   password, kunci utama untuk memberikan akses masuk ke jaringan
   komputer. Penerobosan password biasanya dilakukan dengan menebak
   (seperti yang dilakukan terhadap homepage tabloid Bintang dan Tempo
   Interaktif) bagi mereka yang tidak memahami cara pembuatan program.
   Untuk yang tingkatnya lebih canggih, sebuah program disusun untuk
   mengintip password seorang pengguna.
   
   Ironisnya, semua cara pembobolan password, pembuatan virus komputer,
   pengiriman e-mail dengan alamat palsu, dan segala jenis yang bisa
   dikaitkan dengan kegiatan hacker dan cracker, tersedia di jaringan
   Internet (karena pertimbangan tertentu alamat aksesnya tidak
   disebutkan di sini, -Red.).
   
   Seperti halnya cara-cara pembuatan bom, cara menggunakan telepon SLI
   gratis, dan segala jenis kegiatan lainnya, juga terdapat dalam
   jaringan Internet ini. Dan semua ini dianggap sah, karena bahan-bahan
   mengenai hal ini memang tidak melanggar apa-apa, apalagi melanggar
   hukum yang memang tidak diatur dalam jaringan Internet.
   
   Di Indonesia, kegiatan hacker dan cracker ini juga terus berkembang
   dengan semakin banyaknya pengguna jaringan Internet. Seorang bernama
   Irwan, misalnya, mempunyai sebuah homepage berisi semua bahan
   informasi mengenai kegiatan penerobosan komputer dan berbagai jenis
   serum virus komputer. Irwan yang menggunakan provider Kron MegaWeb
   menamakan salah satu bagian dari homepage-nya sebagai "Indonesian
   Hackin' Page".
   
   
   
   Salah satu ciri jaringan Internet adalah sifatnya yang mendunia dan
   tidak mengenal batas-batas geografis. Melakukan regulasi atas seluruh
   jaringan Internet adalah sesuatu yang hampir mustahil. Siapa saja dan
   kapan saja, bisa mengakses Web Server yang terkoneksi ke jaringan
   Internet.
   
   
   
   Sesuatu yang tidak ada batasnya, pada akhirnya harus dibatasi juga.
   Bahkan negara seperti AS yang membangun dan mengembangkan jaringan
   Internet pun mulai berpikir untuk melakukan berbagai regulasi untuk
   mencegah terjadinya tindak kriminal dan pelanggaran batas-batas norma
   kemasyarakatan. Ibarat jalur penerbangan di angkasa, aturan pun harus
   dibangun untuk mencegah terjadinya insiden dan
   pelanggaran-pelanggaran.
   
   Banyak permasalahan memang sebelum regulasi tercapai. Sementara itu,
   bagi mereka yang mempunyai homepage, sebaiknya rajin-rajin mengganti
   password agar tidak mudah diterobos oleh hacker. Hacker sendiri
   adalah bagian yang tidak terpisahkan dari jaringan Internet. Dan sah.
   (Rene L. Pattiradjawane)
     _________________________________________________________________