From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by clark.net (8.7.1/8.7.1) id KAA02145 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Fri, 23 Aug 1996 10:21:43 -0400 (EDT)
Subject: IN/IRJA: JWP - ABRI dan GPK Kontak Senjata
Forwarded message:
From owner-indonesia-p@igc.org Thu Aug 22 23:58 EDT 1996
Date: Fri, 23 Aug 1996 00:33:03 GMT
From: apakabar@clark.net
Message-Id: <199608230033.AAA10858@smtp-gw01.ny.us.ibm.net>
Mime-Version: 1.0
Subject: IN/IRJA: JWP - ABRI dan GPK Kontak Senjata
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: <PC Eudora Version 1.4>
X-Sender: apakabar@ozemail.com.au (Unverified)
Sender: owner-indonesia-p@igc.apc.org
Precedence: bulk
Content-Type: text/plain; charset="us-ascii"
Content-Length: 3668
INDONESIA-P
http://www.jawapos.co.id/indones/jawapos/news/today/headline/depan-6.htm
Jawa Pos
23 Agustus 1996
ABRI dan GPK Kontak Senjata
Seorang Tewas, Sandera Belum Bebas
_________________________________________________________________
Timika, JP.-
Nasib sebelas karyawan PT Kamundan Raya yang disekap GPK (gerakan
pengacau keamanan) pimpinan Tadius Yogi hingga kemarin belum
diketahui. Namun, petugas sudah berhasil menemukan lokasi penyekapan
para sandera setelah kemarin GPK melakukan kontak senjata dengan Tim
Satgas Rajawali Kodam VIII/Trikora.
''Kontak senjata itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIT. Satu anggota GPK
tewas. Dari anggota GPK itu, tim satgas berhasil menyita satu pucuk
senjata jenis SP, dua buah magasin, dan 27 butir peluru,'' kata
Dansatgas Rajawali Kodam VIII/Trikora Kol Inf Frans de Wanna kepada
wartawan di hanggar AVCO Timika kemarin.
Frans yang sehari-hari menjabat Danrem 171/Praja Vira Tama ini lebih
lajut menjelaskan, kontak senjata tersebut diawali oleh GPK. Dari
pihak satgas, tak ada korban yang tewas maupun luka- luka.
Bagaimana peristiwa itu terjadi? Menurut Frans, kemarin sekitar pukul
10.30 WIT, anggota GPK yang menggiring sandera tepergok pasukan Kompi
Pemburu Satgas Rajawali. Saat itu, GPK langsung melepaskan tembakan.
Akhirnya, terjadi baku tembak dengan pasukan satgas.
Danrem kemarin didampingi Asops Kodam Trikora Kol Inf Hikayat setelah
mendampingi Pangdam VIII/Trikora Mayjen TNI Johny Lumintang meninjau
Pos Satgas Rajawali di daerah Yewa (perbatasan Fakfak-Paniai). Menurut
Danrem, identitas GPK yang tewas tersebut hingga kini belum diketahui.
Johny berada di Timika sejak Rabu lalu atau sehari setelah dilantik
KSAD Jenderal TNI R Hartono menjadi Pangdam menggantikan Mayjen TNI
Dunidja D. Meski cuaca di Timika masih diselimuti hujan deras dan
kabut tebal, tak surut niat Pangdam untuk meninjau Pos Satgas Rajawali
di barisan depan.
Kemarin Pangdam didampingi Asops dan Danrem dengan menggunakan pesawat
helikopter tepat pukul 13.00 WIT meninggalkan hanggar AVCO menuju
Yewa. Perjalanan ke Yewa yang memakan waktu sekitar setengah jam itu
harus melewati celah perbukitan yang cukup terjal dan ditutupi hutan
belantara. Selama perjalanan, hujan deras terus mengucur dari langit.
Meski begitu, rombongan Pangdam sampai di tujuan dengan selamat.
Daerah Yewa yang terletak di perbatasan Fakfak-Paniai ini berada di
lereng perbukitan terjal. Medannya cukup berat. Saat tiba di Yewa
sekitar pukul 13.30 WIT, Pangdam langsung disambut Asops Kol Inf
Hikayat yang sudah dua hari berada di garis depan di Pos Satgas
Rajawali Kodam VIII/Trikora.
Saat itu, Kol Hikayat langsung menyerahkan satu pucuk senjata yang
diambil dari GPK yang tewas. Pangdam di pos ini hanya 10 menit dan
terbang kembali melewati lembah yang terjal dan curam. Ketika berada
di salah satu pos yang berada di tengah hutan, Pangdam dan rombongan
mendarat, lalu mengambil anjing pelacak untuk diganti karena kuku
anjing pelacak itu patah.
Kemudian, Pangdam terbang kembali dan meninjau areal HPH dan TKP,
setelah berputar-putar sebentar di udara kemudian kembali ke Timika.
Saat berada di pos keamanan di Yewa, Pangdam langsung memberikan
suntikan semangat kepada pasukan kompi pemburu.
Pengejaran terhadap GPK yang menyandera sebelas karyawan PT Kamundan
Raya --Grup Jayanti-- hingga kini terus dilakukan Satgas Rajawali
Kodam VIII/Trikora, meski cuaca di daerah Timika tidak bersahabat.
(jpnn)