IN: ANTARA - Sepakat 'Sukseskan' Pe

From: apakabar@clark.net
Date: Wed Aug 21 1996 - 06:42:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.7.1/8.7.1) id JAA28129 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Wed, 21 Aug 1996 09:42:53 -0400 (EDT)
Subject: IN: ANTARA - Sepakat 'Sukseskan' Pemilu ...

Forwarded message:
From owner-indonesia-p@igc.org Tue Aug 20 23:32 EDT 1996
Content-Transfer-Encoding: 8bit
Date: Tue, 20 Aug 1996 21:32:16 -0400 (EDT)
From: apakabar@clark.net
MIME-Version: 1.0
Message-Id: <199608210132.VAA06327@explorer2.clark.net>
Subject: IN: ANTARA - Sepakat 'Sukseskan' Pemilu ...
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: ELM [version 2.4 PL24alpha3]
Sender: owner-indonesia-p@igc.apc.org
Precedence: bulk
Content-Type: text/plain; charset=ISO-8859-1
Content-Length: 6442

INDONESIA-P

X-within-URL: http://www2.antara.co.id/currissue/96/8/20/I6.html

   Selasa, 20 Agustus 1996
   
   
   NASIONAL
   
TIGA OPP SEPAKAT SUKSESKAN PEMILU 1997 DAN SIUM MPR 1998

   
     _________________________________________________________________
   
   
       
       
       Jakarta, 20/8 (ANTARA) - Dewan Pimpinan Pusat ketiga
       kekuatansosial politik bersama-sama bertekad untuk menyukseskan
       PemilihanUmum 1997 dan Sidang Umum MPR 1998 dan berjanji untuk
       "tidak salingmengerjai" dalam prosesnya serta sepakat untuk
       mempertahankankepemimpinan nasional di tangan Orde Baru.
       
       
       Pernyataan kesepakatan bersama lima halaman itu dibacakan
       secarabergantian masing-masing oleh Sekjen PPP H. Tosari Widjaja,
       SekjenDPP Golkar Ary Mardjono, dan Sekjen PDI Buttu R Hutapea,
       yangdiliput secara luas oleh media cetak dan elektronika di
       LembagaPemilihan Umum (LPU) Jakarta, Selasa.
       
       
       Setelah dibaca, naskah kesepakatan bersama itu ditandatangi
       olehpucuk pimpinan ketiga OPP yaitu Ismail Hasan Metareum (PPP),
       Harmoko(Golkar) dan Soerjadi (PDI). Mereka yang menamakan dirinya
       "TrioIHS" itu kemudian saling bersalaman dan berpelukan sebagai
       buktikeakraban dan kekompakan.
       
       
       Ketika wartawan meminta "Trio IHS" untuk difoto bersama,
       ketigatokoh pimpinan orsospol itu saling menggandeng dan
       masing-masingmengacungkan tangannya sesuai nomor urut tanda gambar
       OPPmasing-masing. Buya Ismail mengacungkan satu jari, Bung Harmoko
       duajari dan Soerjadi tiga jari. Para tokoh OPP yang mengenakan jas
       resmi masing-masing berwarnahijau (PPP), kuning (Golkar) dan merah
       (PDI) itu mengumbar senyumketika kilatan blitz fotografer
       berkelebatan dan lampu kameratelevisi menyorot mereka.
       
       
       "Wah, kompak betul," komentar wartawan sambil bertepuk tangan.
       
       
       Seusai acara foto bersama yang dilatarbelakangi tanda
       gambarbintang, pohon beringin dan kepala banteng itu, selama
       sepuluh menit"Trio IHS" melayani tanya jawab dengan para wartawan.
       Merekamenjawab secara bergantian.
       
       
       "Ini namanya pemerataan. Para Sekjen tadi membacakan naskahsecara
       bergantian, kini para Ketua Umum juga menjawab bergantian.
       
       
       Kompak, kan, kalau begini?" kata Harmoko.
       
       
       Sukseskan Pemilu Pada dasarnya kesepakatan tiga pimpinan OPP itu
       menyangkutmasalah tekad bersama untuk melaksanakan Pemilu 1997
       sesuai denganketentuan perundang-undangan yang telah ditetapkan
       demi terwujudnyakedaulatan rakyat yang semakin berkualitas,
       melalui pemilihanwakil-wakil rakyat yang terpercaya dari seluruh
       Indonesia. Untuk itu, ketiga kekuatan sosial politik mengajak
       seluruhlapisan dan golongan masyarakat yang mempunyai hak pilih
       yang sahuntuk mengambil bagian yang aktif dalam Pemilu dengan
       menggunakanhak pilihnya secara bertanggungjawab.
       
       
       Ketiga OPP juga sepakat bahwa pelaksanaan Demokrasi
       Pancasilaharuslah senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan
       kesatuan bangsaserta memelihara stabilitas nasional guna
       memantapkan ketahanannasional dan tetap tegaknya negara kesatuan
       RI yang berdasarkanPancasilan dan UUD 1945.
       
       
       PPP, Golkar dan PDI juga sepakat untuk menyukseskan Sidang UmumMPR
       1998 dengan cara melaksanakannya secara konstitusional
       dengansemangat kebersamaan. Ketiga OPP itu juga sepakat untuk
       semakinmemantapkan Kepemimpinan Nasional di tangan Orde Baru dalam
       rangkamenjamin kesinambungan pembangunan nasional.
       
       
       Menjawab pertanyaan tentang target masing-masing OPP pada
       Pemilu1997, Harmoko mengatakan bahwa Golkar sesuai amanat Munas
       bertekaduntuk memenangkan Pemilu mendatang dengan suara mayoritas
       tunggal(single majority).
       
       
       Buya Ismail menyakatan bahwa PPP juga ingin meraih kursisebanyak
       -banyaknya seperti Golkar. Soerjadi juga mengatakan kalaupartainya
       juga ingin menang mayoritas.
       
       
       "Tapi yang lebih penting dari semua itu, proses meraihkemenangan
       itu harus dengan cara yang baik, tidak boleh salingngerjain. Yang
       menang jadi enak menangnya, yang kalah tidak merasadikerjai," kata
       Soerjadi.
       
       
       Ia terus menambahkan, "Yang menang silahkan
       menikmatikemenangannya, yang kalah supaya introspeksi dan
       melakukankonsolidasi supaya menang pada Pemilu lima tahun
       mendatang,".
       
       
       Soal Litsus Menjawab pertanyaan wartawan mengenai apa tanggapan
       ketiga OPPmengenai masalah Litsus (Penelitian Khusus) bagi para
       calonlegislatif, Harmoko mengatakan bahwa bagi Golkar, Litsus
       terlebihdahulu harus dilakukan oleh masing-masing orsospol, baru
       kemudianoleh instansi berwenang.
       
       
       Di Golkar, katanya, ada sistim saringan berdasarkan PD2LT,
       yaknipenelitian khusus terhadap kualitas kader yang didasarkan
       atasPrestasi, Dedikasi, Disiplin, Loyalitas dan Tidak Tercela
       (PD2LDT).
       
       
       Untuk pengecekan dan saringan lebih lanjut, katanya,
       diserahkankepada instansi yang berwenang, misalnya saja, untuk
       suatu SuratBerkelakuan Baik, perlu juga dikeluarkan oleh pihak
       kepolisian.
       
       
       Terhadap pertanyaan yang sama, Ketua Umum PPP Ismail Hasan
       jugamenyatakan bahwa partainya sudah meneliti para calegnya.
       "Jikapemerintah menganggap perlu meneliti lagi, silahkan,"
       katanya.
       
       
       Sementara Soerjadi mengatakan bahwa Litsus itu sudah melekatpada
       Orsospol sehingga timbul pertanyaan apakah masih diperlukanLitsus
       di luar OPP.
       
       
       "Tapi kalau memang ada data-data mengenai Caleg kami yang
       tidakdiketahui DPP PDI, kami membuka diri. Apalagi kalau kewajiban
       Litsusitu sudah menjadi ketentuan hukum, tentu kami akan
       mematuhinya,"ujar Soerjadi.
       
       
       Menjawab apa latar belakang sehingga pimpinan ketiga OPP ituperlu
       mengeluarkan pernyataan politik bersama, Harmoko mengatakan,latar
       belakangnya hanya karena "kami memiliki sikap dan komitmenyang
       sama terhadap masa depan. Itu saja,".