IN/EKON: RPK - Dua Kapal Perang Eks

From: apakabar@clark.net
Date: Sun Jul 21 1996 - 20:53:00 EDT


Subject: IN/EKON: RPK - Dua Kapal Perang Eks Jerman Mulai Berlayar Ke Indo

INDONESIA-P

http://www.republika.co.id/9607/22/22KAPAL.172.html
Republika Online
Senin, 22 Juli 1996
  =20
          DUA KAPAL PERANG EKS-JERMAN MULAI PELAYARAN KE TANAH AIR
                                      =20
  =20
   NEUSTADT IN HOLSTEIN -- Langit biru cerah memayungi Neustadt ketika
   KRI Silas Papare-386 dan KRI Teuku Umar-385 melepas sauh. Jumat (19/7)
   tengah hari kedua kapal mengawali pelayaran menuju tanah air selama
   sekitar 53 hari, termasuk waktu singgah di sejumlah pelabuhan.
  =20
   "Kami siap menyeberangkan kapal ini, mohon doa restu," ujar Komandan
   KRI Silar Papare Letkol Laut (P) Herry Widjaja. Ucapan komandan
   penyeberangan (Batch XII) ini diperkuat komandan KRI Teuku Umar Letkol
   Laut (P) Arief Rudianto. Masing-masing komandan membawahkan 60 awak.
  =20
   Kedua kapal terakhir, dari 39 kapal ex-Jerman yang dibeli pemerintah
   Indonesia, adalah jenis Korvet kelas Parchim. Kapal jenis demikian
   berukuran panjang 75,05 meter, lebar 9,75 m, dan draft 4,44 meter.
   Kapal seberat 820 ton ini memiliki kecepatan ekonomis 12 knots dan
   maksimal 26 knots, dengan jarak tempuh 2250 mil laut.
  =20
   Tiga hari sebelum penyeberangan, kedua kapal telah dimuati amunisi.
   Tak seperti jenis Frosch dan Kondor, kapal Parchim tak mengalami
   demiliterisasi. Kapal ini antara lain dilengkapi senjata RBU 6000
   anti-serangan udara, meriam 57 mm laras ganda, dan 30 mm anti-serangan
   udara, dan sepasang peluncur rudal.
  =20
   Secara asasi kapal tersebut berfungsi sebagai anti-kapal selam. Dengan
   peralatan deteksi radar dan sonar yang dimilikinya, kapal ini mampu
   mendeteksi kehadiran kapal selam. Dengan roket stretch dan bom laut
   B-1, kapal ini menghancurkan sasaran. Juga bisa berfungsi sebagai
   penyebar ranjau, penghancur ranjau apung, dan sasaran darat.
  =20
  =20
  =20
   ABK tahajud
   Kamis malam menjelang keberangkatan, anak buah kapal (ABK) KRI Silas
   Papare dan KRI Teuku Umar mengadakan salat tahajud bersama. Dalam
   acara yang juga selalu digelar pada penyeberangan sebelumnya itu ABK
   memohon keselamatan bersama.
  =20
   Doa bersama yang dihadiri Komandan Satgas Proyek Pengadaan Kapal
   Parchim Frosch dan Kondor (PPK) Laksma TNI Freddy Numberi juga
   dilakukan di atas kapal.
  =20
   Penyeberangan ini memang melayari sejumlah wilayah perairan yang
   dikenal ganas, antara lain Teluk Biscaye. Di teluk yang ombaknya
   minimal setinggi empat meter ini, KRI Teluk Lampung pernah miring
   karena pintu kapal jenis LST itu terbuka dihajar ombak. Tapi 36 kapal
   eks-Jerman lainnya telah tiba di tanah air dengan selamat.
  =20
   Penyeberangan terakhir kapal eks-Jerman dilepas Laksma TNI Freddy
   Numberi selaku komandan Satgas Proyek Pengadaan Kapal Parchim, Frosch,
   dan Kondor (Yekda PFK). Tepat tengah hari, kedua kapal beriringan
   meninggalkan Technische Marine Schule, Neustadt.
  =20
   Sebagai tanda pamit kepada warta kota, kedua kapal membunyikan gauk
   panjang. Untuk menuju pelabuhan persinggahan pertama Brest, Prancis,
   pelayaran butuh waktu tiga hari.
  =20
   "Kedua kapal ini menggambarkan tanah air kita," ujar Laksma Freddy
   Numberi. Ia menjelaskan, KRI Silas Papare mengambil nama dari nama
   pahlawan asal Serui, Irian Jaya. Sementara KRI Teuku Umar dari nama
   pahlawan asal Aceh.
  =20
   Laksma Freddy, yang sehari-hari juga menjabat Komandan Lantamal V dan
   Staf Ahli KSAL, berharap kedua kapal akan lebih memperkuat armada RI.
   Karena itu, kepada awak kedua kapal ia berpesan, "Pertahankan kondisi
   teknis kapal selama penyeberangan sehingga dapat dipergunakan dengan
   baik di tanah air." =7Frys