Subject: IN/EKON: PMB: Sedan Bimantara Diluncurkan 23 Juli
INDONESIA-P
http://www.suarapembaruan.com/News/1996/07/170796/Headline/aryman/aryman.html
Suara Pembaruan Daily
17 Juli 1996
_________________________________________________________________
SEDAN MURAH BIMANTARA DILUNCURKAN 23 JULI
DR ARYMAN: KANDUNGAN LOKAL PERLU DITAMBAH TARGET EKSPOR
Jakarta, 17 Juli
Kriteria kandungan lokal dalam industri otomotif sebetulnya sudah
ketinggalan zaman, sebaiknya ditambah dengan kriteria target ekspor.
Untuk mendukung target ekspor, kebijakan mobil nasional (mobnas) yang
memperoleh bebas pajak impor hendaknya dibuka kepada siapa saja yang
berminat, namun dengan target ekspor yang tegas.
Hal itu dikemukakan Managing Director ECONIT Advisory Group Dr Ir Arif
Aryman kepada kepada Pembaruan di Jakarta Rabu (17/7) pagi. ''Kalau
perusahaan otomotif nasional disyaratkan dengan target ekspor, maka
mereka akan masuk dalam persaingan internasional, bukan menjadi jago
kandang seperti sekarang,'' kata Arif, lulusan S-3 Universitas Paris
9.
Sementara itu, PT Citramobil Nasional agen tunggal pemegang merek
(ATPM) Hyundai mengumumkan, pihaknya sudah memastikan, tanggal 23
Juli, akan meluncurkan sedan murah Bimantara Cakra dan Bimantara
Nenggala walaupun tanpa fasilitas mobnas (mobil nasional).
Dari Selandia Baru diberitakan, Jepang bertekad akan mengadukan
program mobil nasional Indonesia ke World Trade Organization (WTO).
Hal itu dilakukan Jepang karena program mobnas yang membebaskan pajak
bagi PT Timor Putra Nasional, produsen mobnas, akan mengancam industri
mobil Jepang yang selama ini menguasai 90 persen pangsa pasar
Indonesia yang berpenduduk lebih dari 180 juta jiwa.
Mengenai rencana Jepang mengadukan Indonesia ke WTO, Arif Aryman
mengatakan, penyelesaian masalah di sana memakan waktu yang lama.
''Pengaduan ke WTO menurut saya hanya soal perdagangan. Yang paling
penting adalah kebijakan dalam negeri, sejauh mana kita mau berjujur
diri dan bersikap fair dengan mencegah perusahaan yang hanya jago
kandang,'' katanya.
Arif mengatakan, kebijakan mobnas dan kandungan lokal, sama sekali
tidak mengubah struktur industri otomotif nasional. Kalau kini ada
mobnas, hanya pergantian pihak yang dominan dalam penjualan mobil.
Kalau dulu produsen Jepang, dengan adanya mobnas menjadi pihak lain.
Sama sekali tak ada perubahan struktur.
Oleh karena itu, kriteria kandungan lokal hendaknya ditambah dengan
target ekspor. Jika produsen kita berhadapan langsung dengan produsen
internasional di pasar global, maka mereka akan efisien. Kalau tidak,
tidak mempunyai peluang dalam persaingan ketat.
Artinya, mencetak perusahaan yang menjadi jago kandang untuk merebut
pangsa pasar perusahaan yang sudah ada, mudah sekali, bisa terlaksana
dengan mengeluarkan kebijakan tertentu. Masalahnya, bagaimana mencetak
jagoan internasional, agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas.
Mobil Bimantara
Direktur PT CN, Poeng Lubis yang dihubungi Pembaruan Selasa (16/7) di
Jakarta mengatakan, setelah peluncuran itu, masyarakat
konsumen sudah dapat membeli mobil Bimantara di ruang-ruang pamer
milik PT CN. Namun ketika ditanya berapa harga jualnya, Poeng
mengatakan belum bisa dipastikan.
''Lebih baik nanti saja diungkapkan saat peluncuran perdana. Yang
jelas, sedan ini pasti jauh lebih murah dibanding sedan sekelasnya,''
katanya. Kedua sedan bermerek nasional itu memiliki mesin berkapasitas
1.500 cc dan 1.600 cc.
Menurutnya, seluruh sedan tersebut didatangkan dari negara asal Korea
Selatan dalam bentuk terurai (CKD - completely knocked down) dan
dirakit pada perusahaan milik kelompok usaha Bimantara yang terletak
di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.
Lahirnya mobil nasional di Indonesia hingga kini masih merupakan topik
yang hangat sebab sejak pemerintah mengeluarkan Inpres No 2 Tahun 1996
tentang pembangunan mobil nasional, secara bertubi-tubi mengalir
reaksi baik dari dalam maupun luar negeri.
Pasalnya, karena pemerintah hanya memberikan izin penggunaan fasilitas
itu kepada satu perusahaan saja yakni PT Timor Putra Nasional (TPN),
milik Hutomo Mandala Putra.
Bambang Trihatmodjo, bos Grup Bimantara bersikeras untuk tetap dapat
izin menggunakan fasilitas tersebut. Namun oleh Poeng Lubis dikatakan,
tanpa fasilitas mobnas-pun pihaknya tetap akan meluncurkan mobil
nasional kelas sedan dengan harga murah.
Sementara Manajer Promosi dan Pemasaran PT CN, Lindarto mengatakan,
sedan mewah dengan harga murah itu memiliki berbagai kelengkapan
seperti misalnya mobil ini tidak menggunakan carbulator tetapi memakai
injection.
Namun disebut, penggunaan kandungan lokal masih relatif rendah ialah
dari Bimantara Cakra masih 8-9 persen, sementara dari Bimantara
Nenggala sudah mencapai 17,2 persen.
Jepang Ke WTO
Di Selandia Baru, masalah mobnas menjadi topik pembicaraan penting
pejabat Republik Indonesia dan Jepang yang menghadiri pertemuan APEC
(Asia-Pacific Economic Cooperation) di Christchurch, Selandia Baru
yang berakhir Selasa (16/7).
Direktur Divisi Kendaraan Bermotor MITI (Kementerian Perindustrian dan
Perdagangan Internasional) Jepang, Atushi Uhi kepada wartawan
mengatakan, pembicaraan mengenai itu akan terus berlanjut, tetapi
Jepang tidak mempunyai pilihan selain mengadukannya ke organisasi
perdagangan dunia tersebut.
''Jepang terkejut ketika tiba-tiba Indonesia meluncurkan kebijakan
mobnas tersebut. Kebijakan mobnas Indonesia adalah masalah besar,''
katanya.
Menurut Uhi, Jepang telah melakukan investasi dalam jumlah besar di
industri otomotif Indonesia. Pada tahun 1985 ketika investor Eropa dan
AS meninggalkan Indonesia, Jepang tetap melanjutkan investasinya.
Pendapat umum yang ada di Jepang mengatakan ''kami akan ke WTO,''
katanya.
Ditambahkan, pemerintah Jepang sebenarnya enggan melakukan hal itu,
tetapi karena mobil nasional tersebut telah dipamerkan, pesanan
berlangsung terus, dan kiriman pertama akan datang pada akhir bulan
ini, didorong untuk bertindak. ''Kami berharap dapat terus berdiskusi
dengan Indonesia, tetapi kami tidak punya pilihan selain mengadu ke
WTO,'' katanya.
Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia, Tunky Ariwibowo yang
hadir pada kesempatan tersebut, menolak mengomentari pernyataan
Meninves, Sanyoto Sastrowardoyo yang mempertahankan kebijaksanaan itu
atas dasar kedaulatan nasional.
(AFP/S-24/H-9/M-10)
_________________________________________________________________
The CyberNews was brought to You by the OnLine Staff
_________________________________________________________________
Last modified: 7/17/96