From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.7.1/8.7.1) id NAA07100 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Fri, 12 Jul 1996 13:44:19 -0400 (EDT)
Subject: IN/UMUM: Bisnis Indonesia 11-Juli-96
Forwarded message:
From owner-indonesia-l@igc.org Thu Jul 11 19:00 EDT 1996
Content-Transfer-Encoding: 8bit
Date: Thu, 11 Jul 1996 17:44:42 -0400 (EDT)
From: apakabar@clark.net
MIME-Version: 1.0
Message-Id: <199607112144.RAA24186@explorer2.clark.net>
Subject: IN/UMUM: Bisnis Indonesia 11-Juli-96
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: ELM [version 2.4 PL24alpha3]
Sender: owner-indonesia-l@igc.apc.org
Precedence: bulk
Content-Type: text/plain; charset=ISO-8859-1
Content-Length: 21313
INDONESIA-L
DIPASOK OLEH BIRO TOKYO-BISNIS INDONESIA
richard@twics.com
----------------------------------------
Edisi 11 Juli 1996
Daftar Isi:
- GRI perluas produksi dengan dana US$40 juta
- Hari Minggu Presiden pulang
- BI perlu perlebar 'spread' lebih moderat
- 75 'Vendor' komponen otomotif asing siap investasi di RI
- Kepercayaan kepada Rp semakin menguat
- GERMANY: INDONESIA'S SUHARTO IN NORMAL HEALTH FOR HIS AGE
- VALAS 11 JULI 1996
GRI perluas produksi dengan dana US$40 juta
JAKARTA (Bisnis): PT Great River International (GRI) meningkatkan produksi
dengan menambah dana investasi US$40 juta, sementara kapasitas produksi
perusahaan itu diproyeksikan naik dari 25 juta menjadi 50 juta potong per
tahun pada 1999.
Presdir PT GRI Sunjoto Tanudjaja mengharapkan proyek perluasan produksi itu
rampung sebelum akhir tahun depan sehingga upaya peningkatan penetrasi
pasar di wilayah Asean dapat dilaksanakan.
"Dalam tiga tahun mendatang ekspor garmen bermerk--yang kami ageni--ke
pasar Asean terutama Malaysia dan Singapura dapat naik 100%," ujarnya di
sini kemarin seusai penarikan hasil undian Ungkapan terima kasih 20 tahun
PT GRI.
Upaya peningkatan pasar di negeri jiran itu, menurut Sunjoto, merupakan
permintaan prinsipal merk garmen yang diageni PT GRI--yang hingga kini
mencapai 50 lisensi.
"Memang tidak semua merk yang kami ageni meminta PT GRI memperluas pasar ke
negara anggota Asean itu, tapi hanya sekitar 10 merk dan kini menguasai 15%
pasar di kedua negara tersebut."
Perluasan produksi yang akan dilakukan perusahaannya dengan tambahan dana
investasi US$40 juta itu, tutur Sunjoto, adalah untuk jenis pakaian dalam
dan kemeja.
"Dengan perluasan itu juga, kami menargetkan pada 1999 kapasitas produksi
perusahaan naik 100% dari 25 juta potong [1995] menjadi 50 juta potong."
Menyinggung tentang ekspor ke berbagai kawasan--selain Asean--seperti
Amerika, Asia, Eropa dan Asia Timur [Jepang], Presdir perusahaan itu
mengatakan volumenya tahun ini mencapai 8,4 juta potong.
Dia mengatakan volume ekspor terbesar tahun lalu adalah di Amerika [39%]
dan Asia [34%]. Sedangkan besar ekspor ke Jepang mencapai 16% dan Eropah,
sebagai pasar yang baru digarap hanya 11%.
Menurut Sunjoto, produksi PT GRI terutama lebih mengisi peluang pasar
dalam negeri. "Hanya 30% untuk ekspor." Hingga kini PT GRI memiliki 50
merk produksi garmen dengan total produksi 28 juta potong. (m15/ljh)
Hari Minggu Presiden pulang
BAD OEYNHAUSEN (Persbiro): Ketua tim dokter ahli jantung pada Pusat
Perawatan Diabetes dan Jantung Reiner Koerfer mengatakan Presiden Soeharto
hari ini dapat meninggalkan rumah sakit karena kondisi kesehatannya sangat
baik.
Ketika ditanyai tentang kondisi Presiden, Koerfer mengatakan tidak ada hal
yang mengkhawatirkan. "Enam dokter spesialis melakukan pemeriksaan terhadap
Presiden dan hasilnya sangat memuaskan," katanya, Antara melaporkan.
Dia mengemukakan hal itu Selasa sore berkaitan dengan general check-up yang
dilakukan Kepala Negara di pagi harinya. "Tidak ada tanda-tanda beliau
sakit atau perlu dioperasi," katanya kepada AP.
Koerfer menegaskan kesehatan Presiden Soeharto jauh lebih baik daripada
yang diperkirakan banyak orang. "Saya kira beliau sangat puas [dengan hasil
pemeriksaan]," katanya seperti dikutip Reuter.
Dia menambahkan berdasarkan hasil pemeriksaan jantung kondisi Presiden
Soeharto cukup baik. "Batu ginjal beliau juga tidak perlu dibuang.
Ginjalnya masih berfungsi normal dan batu tersebut tidak menimbulkan
masalah."
Hari ini [waktu setempat], menurut tim dokter, Presiden tinggal melakukan
pemeriksaan telinga, hidung, tenggorokan (THT).
Menurut Menristek B.J. Habibie [Selasa], Presiden Soeharto merencanakan
beristirahat di Bad Oeynhausen hingga Sabtu dan kembali ke Jakarta Minggu
ini. "Pada hari Selasa Presiden Soeharto mulai masuk kantor kembali di
Jakarta."
Dia juga menjelaskan Presiden memilih Jerman sebagai tempat untuk
memeriksakan kesehatan karena dia memiliki hubungan yang baik dengan
Kanselir Helmut Kohl.
Kahumas pusat perawatan tersebut Nona R. Lakerrieye mengatakan rumah sakit
yang memiliki empat divisi, masing-masing berdiolog anak, dewasa,
transplantasi dan diabetes tersebut bermoto "pasien diperlakukan sebagai
tamu".
"Dengan metode pasien sebagai tamu, maka proses penyembuhan terhadap
penyakit bukan saja datang dari pihak paramedis tapi juga ada usaha dari
pihak pasien itu sendiri," katanya.
Pasien asal Indonesia yang pernah menjalani pemeriksaan dan perawatan di
rumah sakit itu a.l. Menristek B.J. Habibie dan Konjen RI di Hamburg R.
Simanjuntak yang juga turut mendampingi Kepala Negara sejak Selasa pagi.
(sj)
BI perlu perlebar 'spread' lebih moderat
JAKARTA (Bisnis): Dalam sebuah seminar menyambut ulang tahun bank BNI, Ross
H. McLeod, seorang dosen senior dan peneliti pada Australian National
University mengkritik tajam berbagai kebijakan moneter di Indonesia.
Kritik itu mulai dari tidak perlunya reserve requirement, mundurnya
kebijakan Bank Indonesia sampai kegagalan BI mengendalikan inflasi. Secara
lebih rinci McLeod menjelaskan kritikannya kepada Bisnis Indonesia. Berikut
petikannya:
Dalam presentasi, anda menyebutkan bahwa cadangan wajib minimum [reserve
requirement] sebaiknya dihilangkan. Bisa anda jelaskan lebih rinci?
Kita mungkin mempertanyakan untuk apa RR itu. Ada orang mengatakan RR
digunakan bank sebagai alat likuiditas kalau-kalau para deposan menarik
dana mereka. Tapi menurut saya perbankan sudah mengetahui kemungkinan itu,
sehingga secara otomatis sudah mempunyai alat likuiditas. Dengan demikian
kalangan perbankan tidak perlu dipaksa menyimpan cadangan (RR).
Sementara ada pendapat yang mengatakan bahwa RR diperlukan untuk cadangan
jika terjadi kerugian. Tapi saya membantah pendapat itu karena cadangan
untuk mengantisipasi kerugian sebenarnya adalah modal. Kalau modalnya cukup
maka RR tidak diperlukan. Menurut saya, bank diwajibkan mempunyai RR tidak
lain karena cadangan itu merupakan sumber dana yang bebas bunga untuk bank
sentral dan pemerintah. Semakin besar RR, semakin besar penghematan
pemerintah untuk biaya bunga. Jadi RR hanya berguna bagi BI dan pemerintah,
bukan bagi bank. Bahkan bagi bank RR tidak lain dari pajak yang
tersembunyi.
Apakah itu juga yang membuat Anda berkata bahwa kebijakan BI mengalami
kemunduran (set-back)?
Ada alasan lain yang lebih kuat untuk mengatakan bahwa kebijakan BI
merupakan langkah mundur. Pada dekade 80-an pemerintah melakukan deregulasi
perbankan yang disambut baik oleh berbagai kalangan. Saya lihat langkah itu
sebagai satu langkah yang sukses. Bank yang kuat dan efisien akhirnya
menang sedang yang lemah dan tidak efisien tersingkir secara alamiah.
Namun, pemerintah mulai kembali melakukan pembatasan yang saya sebut
sebagai satu langkah mundur. Misalnya saja pada tahun 1993 pemerintah mulai
membatasi kredit yang disalurkan perbankan. Dengan demikian ekspansi kredit
serta pangsa pasar lebih ditentukan oleh birokrasi dan bukan oleh daya
saing masing-masing bank di pasaran.
Menurut Anda, mengapa kontrol semacam itu masih dilakukan?
Penyebabnya mungkin karena banyak orang di kalangan pemerintah maupun bank
sentral yang tidak mau menyerahkan segala sesuatunya pada mekanisme pasar
kendati ada sebagian orang lain yang sudah berani [mempercayakan semua pada
mekanisme pasar].
Namun, kenyataannya tetap terlihat pemerintah merasa perlu untuk melakukan
intervensi dan kontrol atas pasar.
Lihat saja misalnya kontrol BI atas bank-bank yang bertindak sebagai
arranger dalam penerbitan commercial paper. Bank tersebut tidak bebas
menentukan sendiri periode jatuh tempo CP itu, tapi membatasinya pada 270
hari saja.
Akibatnya, banyak pengusaha Indonesia yang langsung mencari dana di luar
negeri dan berhasil. Lihat, di koran sering ada iklan bahwa satu perusahaan
berhasil mendapatkan pinjaman sindikasi bernilai jutaan dolar.
Anda melihat itu sebagai upaya pengendalian nilai rupiah dan inflasi?
Inflasi di Indonesia memang sangat ditentukan oleh kebijakan nilai
tukarnya. Dalam kenyataannya kebijakan nilai tukar di Indonesia selalu
berhasil menumpuk surplus neraca pembayaran. Artinya, supply uang tumbuh
cepat sehingga BI harus terus membeli valuta asing terutama sejak enam atau
tujuh tahun terakhir.
Berkaitan dengan ditariknya Valas, jumlah rupiah di pasaran terus meningkat
sehingga memicu laju inflasi. Itulah sebabnya saya katakan inflasi di
Indonesia justru dipicu oleh kebijakan pengendalian nilai tukar dan bukan
karena sistem perbankan.
Salah satu kegagalan Bank Indonesia adalah tidak mampu menekan inflasi
sampai di bawah lima persen per tahun. Inflasi selalu berkisar antara
delapan sampai sembilan persen.
Menurut Anda, apakah instrumen moneter yang ada sudah cukup untuk
mengontrol kondisi ekonomi makro?
Ya dan tidak. Saya melihat bahwa instrumen yang dipakai untuk mengontrol
pasok uang dan monetary agregat adalah Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan
Surat Berharga Pasar Uang (SBPU). Namun ada masalah dengan kebijakan nilai
tukar mata uang yang sekali lagi menumpuk surplus dana.
Surplus ini diimbangi dengan penyedotan dana masyarakat melalui SBI. Tahun
'89 sampai '92 saja, Indonesia harus menyedot dana sebesar US$11 miliar
yang merupakan kumulasi surplus neraca pembayaran. Ini harga yang mahal
karena pemerintah harus membayar suku bunga SBI. Kalau ini terus menerus
dilakukan, [tertawa kecil] bank sentral bisa bankrut.
Karena itu menurut saya yang diperlukan bukan tambahan instrumen moneter.
Yang diperlukan adalah memperlebar spread kurs intervensi seperti yang
dilakukan oleh BI belakangan ini. Saya berharap langkah ini diteruskan
lebih moderat lagi.
BI sekarang sedang mempersiapkan peraturan tentang likuidasi. Bagaimana
pendapat Anda?
Saya tidak begitu tahu kebijakan likuidasi tersebut. Namun kalau bank anda
bermasalah, saya pikir Anda akan mengambil langkah merger atau membiarkan
bank Anda diambilalih [take over] oleh bank lain. Dengan demikian para
nasabah Anda akan tetap dapat melakukan bisnisnya di bank yang sama kendati
sudah dengan manajemen yang berbeda. Ini tentu lebih baik dibanding dengan
melikuidasi bank itu.
Jika sebuah bank dilikuidasi maka banyak masyarakat yang dirugikan.
Tindakan likuidasi umumnya baru diambil jika sebuah bank benar-benar telah
mengalami kerugian yang menyebabkan hilangnya modal sehingga net asset
bank tersebut menjadi negatif. Sementara, pada kondisi yang demikian ini
tentu tidak ada bank yang akan bersedia mengambil alih bank tersebut.
(her/fat/s9)
75 'Vendor' komponen otomotif asing siap investasi di RI
JAKARTA (Bisnis): Sedikitnya 75 produsen/pemasok (vendor) komponen
otomotif dari Korsel dan Taiwan berniat menanamkan modal di Indonesia dalam
rangka mendukung program mobil nasional, ungkap Meninves.
Menneg Penggerak Dana Investasi/Ketua BKPM Sanyoto Sastrowardoyo
mengemukakan instansinya mencatat 22 perusahaan Taiwan yang menunjukkan
minat mengembangkan industri komponen otomotif di Indonesia.
Perusahaan Taiwan itu, menurut dia, bersama 53 perusahaan komponen otomotif
dari Korsel [yang menyatakan kesediaan relokasi usaha ke Indonesia] siap
mendukung Program Mobnas.
"Besok [hari ini] ke-22 produsen dari Taiwan akan berdialog dengan saya
berkaitan dengan rencana investasi mereka di sini," ujar Sanyoto di sini
kemarin pada rapat kerja dengan Komisi VI DPR.
Dalam kunjungan ke Australia, lanjut Meninves, sejumlah vendor di negeri
kanguru itu juga menunjukkan minat serupa untuk guna mendukung keberhasilan
PT Timor Putra Nasional melaksanakan Program Mobnas. "Hal ini menunjukkan
produsen manca negara sangat antusias terhadap program tersebut."
Sebelumnya, PT Timor Putra dan Kia Motors Corp. memberikan jaminan
pemasaran--termasuk akses pasar--bagi seluruh produk buatan 53 vendor asal
Korsel yang bersedia merelokasi usaha komponen mereka ke Indonesia.
(Bisnis, 30 Mei).
Menurut Meninves, guna menindaklanjuti terbitnya Inpres No. 2/1996 tentang
Pembuatan Mobnas, PT Timor Putra akan mengirim komponen otomotif ke Korsel
untuk memenuhi persyaratan 20% kandungan lokal. "Mereka juga akan mengirim
1.000 orang tenaga kerja Indonesia ke Korsel untuk melakukan magang."
/Tak berpengaruh/
Sanyoto menekankan bahwa kebijakan Mobnas tidak terlalu berpengaruh
terhadap masuknya PMA--terutama dari AS dan Jepang--selama periode
Januari-30 Juni 1996 dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Persetujuan PMA periode Januari-Juni 1995 & 1996
-----------------------------------------------------------
Indikator Jan-Jun 1995 Jan-Jun 1996 %
-----------------------------------------------------------
1. Total PMA
Jumlah proyek 411 578 40
Nilai (US$ juta) 20.284 20.923 3,2
2. Jepang
Jumlah proyek 75 91 21,3
Nilai (US$ juta) 1.196 5.012 319
3. AS
Jumlah proyek 22 31 41
Nilai (US$ juta) 2.591 499 - 81
----------------------------------------------------------
Sumber: BKPM
Menurut Sanyoto, dari tabel persetujuan PMA yang dihimpun selama semester I
1995 dan 1996, terlihat bahwa kebijakan Mobnas tidak berdampak negatif
terhadap arus investasi, khususnya yang berasal dari AS dan Jepang.
Penurunan nilai investasi dari AS, tuturnya, terjadi karena sebelumnya
terdapat beberapa proyek berskala besar, misalnya dua proyek industri kimia
dengan investasi US$2 miliar. "Namun dilihat dari jumlah proyek, justru
meningkat dari 22 proyek menjadi 31 proyek atau meningkat 41%."
Dia juga menjelaskan terjadinya tambahan minat investasi di bidang
pembuatan komponen otomotif yang dalam semester I 1996 disetujui 22 proyek
PMA [termasuk proyek perluasan] dengan nilai investasi US$916,61 juta, dan
tujuh proyek PMDN [termasuk proyek perluasan] senilai Rp 33,6 miliar.
Di tempat terpisah, Ketua Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM)
Achmad Safiun mengatakan sangat mendukung banyaknya perusahaan asing yang
ingin memproduksi komponen otomotif di tanah air.
Hal itu, menurut dia, akan makin memacu pertumbuhan industri pendukung
otomotif di dalam negeri, mengingat jumlah produsen komponen kendaraan
bermotor nasional kini teramat sedikit.
Namun, lanjutnya, peningkatan jumlah vendor itu kurang bermakna jika PT
Timor Putra sebagai prinsipal mobil Timor tidak menyerahkan spesifikasi
komponen yang diperlukan tepat pada waktunya.
"Bagaimana bisa memasok komponen jika kami tidak tahu spesifikasinya. Lha
industri lokal [yang ditunjuk sebagai vendor] saja hingga kini belum
memperoleh spesifikasi mobil Timor."
Safiun mengingatkan bulan ini [Juli] adalah batas terakhir bagi Timor jika
mobil nasional itu benar-benar berminat memenuhi kandungan lokal 20% pada
akhir tahun pertama. Jika tidak, dikhawatirkan persyaratan kandungan lokal
itu tidak akan tercapai.
Sebab, tuturnya, industri komponen lokal yang tergabung dalam GIAMM perlu
melakukan persiapan sebelum hasil produksinya dapat dipakai oleh Timor.
Persiapan yang meliputi modifikasi peralatan [untuk menyesuaikan dengan
spesifikasi Timor], proses produksi, hingga uji coba tersebut memerlukan
waktu paling cepat enam bulan.
Sebelumnya Presdir PT Timor Hutomo Mandala Putera mengemukakan pihaknya
akan mempreteli dua atau tiga unit sedan Timor untuk dijadikan contoh [jig
master] bagi pembuatan komponen oleh vendor lokal.
Tommy memang mengakui PT Timor Putra tidak menghubungi GIAMM, melainkan
langsung ke perusahaan-perusahaan komponen. Alasannya, "karena yang akan
langsung memproduksi komponen adalah perusahaan itu sendiri." (san/ens/af)
Kepercayaan kepada Rp semakin menguat
JAKARTA (Bisnis): Kepercayaan operator valuta asing terhadap rupiah semakin
menguat dan kurs mata uang lokal itu kemarin menguat delapan poin terhadap
dolar AS menjadi Rp 2.331 dibandingkan hari sebelumnya [Selasa] yang
ditutup pada posisi Rp 2.339.
Data Dow Jones Telerate menunjukkan rupiah/US$ pada pembukaan pukul 08.00
berada di posisi Rp 2.335,75 dan akhir transaksi pukul 16.00 menempati kurs
Rp 2.330,87.
"Menguatnya rupiah/US$ ini berlangsung bertahap, tidak seperti ketika
merosot 20 poin Kamis pekan lalu," jelas dealer Hongkong Bank kepada
Bisnis, kemarin.
Penguatan rupiah/US$ terlihat berlangsung konsisten dengan fluktuasi cukup
tipis. Memasuki tengah hari, kurs menembus kisaran Rp 2.332-Rp 2.333.
Rupiah/US$ berlanjut menguat ke posisi Rp 2.331 dan ditutup 2.330,87.
Bank Indonesia kemarin menetapkan kurs intervensi pada posisi Rp 2.323
(batas bawah) dan Rp 2.441 (batas atas), sedangkan kurs konversi Rp 2.323 d
an Rp 2.369. Di pasar terjadi transaksi beli US$400,2 juta dan volume jual
US$393,21 juta.
Menurut dealer bank asing itu, penguatan rupiah itu sebagian besar terpicu
berita positif tentang kesehatan Presiden Soeharto. Dari segi likuiditas
sebetulnya rupiah tidak terlalu ketat yang terlihat dari suku bunga
antarbank berkisar 10%-11%, jelasnya.
"Operator Singapura tampaknya tidak punya minat beli dolar. Transaksi
dilakukan pemain lokal yang mulai melepas US$, sedangkan tindakan pemain
asing lebih bersifat ambil untung," jelas dealer Hongkong Bank.
Dealer bank asing lainnya menilai operator valuta asing kembali memiliki
kepercayaan diri terhadap rupiah, sehingga valuta ini menunjukkan posisi
kuat atas dolar AS. Kepercayaan itu terjadi setelah mendapat konfirmasi
mengenai kondisi Presiden yang sedang melakukan pemeriksaan kesehatan di
Jerman.
Sebelumnya, ahli kardiologi Reiner Koerfer yang menyatakan kondisi
kesehatan Presiden lebih baik dibanding dugaan semula. "Pernyataan Koerfer
telah meyakinkan pemain Valas," ujar dealer bank Eropa itu.
Dealer HongkongBank memperkirakan situasi perdagangan hari ini kemungkinan
berlangsung lesu, menyusul pulihnya kepercayaan asing terhadap rupiah. Kurs
rupiah/US$ diperkirakan berkisar Rp 2.329-Rp 2.330.
Dalam kondisi rupiah menguat, menurut dealer itu, bukan tidak mungkin BI
melakukan intervensi dengan membeli dolar. Sebab, posisi rupiah di pasar
antarbank sudah mendekati batas bawah kurs BI, jelasnya. "Tidak ada
salahnya bank sentral sesekali memberi kekagetan di pasar."
Premi swap juga menurun ke posisi 9,6% hingga 9,8% dari sebelumnya 10%
hingga 11%. "Pemain Valas New York mulai menjual dolar melalui swap,"
jelasnya. (ep)
10Jul96 GERMANY: INDONESIA'S SUHARTO IN NORMAL HEALTH FOR HIS AGE. 12:23 GMT
By Kevin Liffey
BONN, July 10 (Reuter) - Indonesia's 75-year-old President Suharto, one of
the world's longest serving rulers, is in normal health for someone his age
and needs no special treatment, the doctor examining him said on Wednesday.
Suharto came to Bad Oeynhausen in northern Germany on Monday for several
days of checks at a well-known heart clinic as rumours that he could be
seriously ill hit the Indonesian stock market and the rupiah.
But after a series of tests, senior doctor Reiner Koerfer said he found
"nothing out of the ordinary which would require special treatment".
He told Reuters: "As you know, he is an old man, his health corresponds to
what you would expect for someone of that age. He added: "He is healthier
than many people think -- I think he is very satisfied."
Suharto suffered a severe shock in April with the loss of his wife of 48
years and closest friend and confidante.
The former "smiling general" replaced Indonesia's late founding president
Sukarno in the mid-1960s after a coup attempt blamed on the Communist Party
that led to the worst bloodshed in the country's modern history.
Suharto took over an impoverished and largely illiterate nation and has
built it into one of Asia's economic powerhouses.
He has yet to announce formally whether he will seek a seventh five-year
term in 1998, and concern over his health brought the question of a
successor back into the spotlight.
Koerfer said the important parts of the examination were now complete,
although a few minor tests still had to be done over the next day.
He added that he had only been asked for a second opinion to back up the
results of a check which Indonesian doctors had already carried out.
Diplomatic sources in Jakarta said he was known to have had health problems
for some time -- he was treated for kidney stones two years ago -- but they
did not seem life-threatening.
Early press reports that Suharto was in normal health supported a recovery
in the rupiah, which plunged by some 20 rupiah to the dollar last Thursday
to a 1996 low of 2,349 on the unfounded rumours that Suharto had had a
heart attack.
"Operators have regained confidence. The rupiah has staged a strong
performance today," said one European dealer in Jakarta.
Spot rupiah rallied to a high of 2,330.5 in the afternoon trading from an
openingof 2,336.5/37.5. The stock market also continued to recover slowly,
rising by 0.49 percent to close at 577.96 points on Wednesday.
VALAS 11 JULI 1996
JAKARTA (Bisnis): Posisi rupiah pada kurs konversi Bank Indonesia kemarin
menguat terhadap DM dan pound, namun melemah terhadap F.franc dan yen.
Sedangkan dolar AS tetap stabil dan ditutup pada Rp 2.346.
Reuter melaporkan dari pasar Valas Tokyo dalam perdagangan kemarin
greenback ditutup pada 110,40/45 yen dan 1,5261/64 DM, sementara di New
York transaksi dolar AS ditutup (Selasa) pada kisaran 110,43/48 yen dan
1,5262/67 DM.
Berdasarkan data BI, kurs tengah rupiah terhadap lima valuta utama kemarin
adalah sbb:
1 US$ : Rp 2.346,00 (00,00)
1 DM : Rp 1.540,41 (-0,60)
1 F.franc : Rp 455,55 (+0,17)
1 Pound : Rp 3.642,32 (-11,04)
Yen (100) : Rp 2.130,58 (+5,01)
(*)
--========================_47831516==_--