Subject: IN/HAM: KMP - 70 Wanita Pemijat Unjuk Rasa
INDONESIA-P
_________________________________________________________________
Rabu, 29 Mei 1996
_________________________________________________________________
70 WANITA PEMIJAT UNJUK RASA
Surabaya, Kompas
Merasa malu dengan pekerjaan yang ditekuni selama ini, sekitar 70
wanita pemijat berdemonstrasi dengan wajah tertutup. Demonstrasi itu
berlangsung di depan tempat mereka bekerja, Panti Pijat NT, Jl. Darmo
Kali, Surabaya, Senin (27/5) sore.
Demonstrasi dilakukan, setelah Pemda Kotamadya Surabaya mengeluarkan
SK penutupan terhadap panti pijat tersebut.
"Meskipun para pekerjanya unjuk rasa, panti pijatnya tetap ditutup,"
kata H Koesnan ES SH, Wakil Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol
PP) Pemda Kotamadya Surabaya yang ditemui Kompas, Selasa siang.
Beberapa wanita pemijat yang dihubungi di tempat terpisah mengatakan,
para pemijat sebenarnya tidak mau berdemonstrasi, karena hanya akan
mengundang perhatian orang. Jika sudah menjadi perhatian, mereka yang
selama ini bekerja sebagai pemijat secara sembunyi-sembunyi, akan bisa
diketahui keluarga.
"Wah, apalagi, nanti disorot kamera TV, semua pemirsa TV akan tahu
saya," kata Ai (23), wanita pemijat di New Timung.
Penutup wajah mereka ambil dari bahan kerudung hitam yang tembus
pandang, sehingga penglihatan tidak terganggu benar. Selain kerudung,
mereka juga menggunakan kantung kresek plastik, dan karton yang
dilubangi agar mata tetap bisa memandang.
Dengan wajah tertutup, mereka kemudian meneriakkan yel-yel sambil
menggelar beberapa karton yang bertuliskan kecaman terhadap ahli waris
pendiri panti pijat tersebut. Ahli waris pengelola berinitial And
dituduh memberi angin kepada Pemda Kotamadya Surabaya menutup usaha
panti pijat itu, karena sudah tidak suka dengan usaha itu. (nas)
_________________________________________________________________