INDONESIA-P
PUSAT DATA & ANALISA TEMPO APA & SIAPA '85/86
_________________________________________________________________
SOEBRONTO Laras
_________________________________________________________________
Jakarta, 5 Oktober 1943
_________________________________________________________________
SD Cikini, Jakarta (1958)
SMP Cikini, Jakarta (1961)
SMA Harapan Kita, Jakarta (1964)
Paisley College, London, Inggris (1965)
London College, Inggris (1965)
_________________________________________________________________
Direktur PT Saphira Pillar Motor (1972-1974)
Direktur First Chemical Industry (1974-sekarang)
Dirut PT Indohero Steel Engineering & Co.
Dirut PT Indo Mobil Utama dan Wakil Dirut PT Suzuki Indonesia
Manufacturing (1976-sekarang)
Wakil Dirut PT Suzuki Engine Industry
Dirut PT National Motors Co. dan Dirut PT Unicor Prima Motor
(1984-sekarang)
Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika (1985-sekarang)
_________________________________________________________________
Jalan Bonang 7, Jakarta Pusat Telp: 331195
Jalan Kalibesar Barat 46, Jakarta Telp: 670092, 674188 Ia memang
berasal dari keluarga pedagang otomotif. Ayahnya, R. Moerdowo
(almarhum) adalah importir mobil Citroen, Tempo, dan Combi, sudah
sejak 1949. ''Makanya, tidak heran kalau sejak kecil saya sudah
tertarik kegiatan bengkel,'' ujar Soebronto Laras, Dirut PT Indohero
Steel & Engineering Co., dan PT Indo Mobil Utama -- perakit motor dan
mobil Suzuki.
Setaman SMA, 1964, Yonto -- panggilan Soebronto -- melanjutkan studi
rekayasa mesin di Paisley College for Technology, Inggris. Kemudian ia
melanjutkan di Hendon College for Business Management, di negeri yang
sama. Selagi di sanalah ia bergaul akrab denga Roesmin Noerjadin
(sekarang Menteri Perhubungan), dan Benny Moerdani (sekarang Pangab).
Sebab, Yonto sempat menjadi staf lokal Atase Pertahanan di KBRI
London.
Kembali dari sana, 1972, anak kedua dari empat bersaudara ini
berkenalan dengan Atang Latief, pemilik Bank Indonesia Raya dan
sejumlah kasino (ketika itu). Bahkan Yonto menjadi orang kepercayaan
Atang. Ia menjabat Direktur PT First Chemical Industry, yang bergerak
dalam bidang formika, alat-alat plastik, dan perakitan kalkulator.
Empat tahun kemudian ia menjadi dirut perusahaan perakitan motor mobil
Suzuki.''Saya berani karena didukung penuh oleh Pak Atang Latief,''
kata Yonto. Dari sebuah perusahaan yang nyaris bangkrut, sekarang
berdiri megah dengan omset per tahun Rp 150 milyar dan aset Rp 90
milyar. ''Semua ini berkat kerja sama seluruh karyawan,'' katanya
merendah. Sejak 1981 bisnisnya bertambah kuat dengan masuknya grup
Liem Sioe Liong. Pada 1984, ia menjadi Dirut PT National Motors Co.
dan PT Unicor Prima Motor, perakit mobil Mazda, Hino, dan sepeda motor
Binter.
Pada masa remajanya, Yonto pernah menjadi pembalap motor, bersama
antara lain Tinton Soeprapto. Sekarang pun pada hari- hari libur,
bersama teman-temannya, ia masih suka menunggang motor Suzuki 1.000 cc
ke luar kota. Kalau ada produksi baru hasil rakitan pabrik mobilnya,
Yonto tidak pernah absen ikut menguji.
Menikah dengan Herlia Emmi Yani, putri Almarhum Jenderal Ahmad Yani,
ia dikaruniai dua anak. Yonto menyenangi jogging, tenis, renang,
rally, dan bulu tangkis. Ia juga memiliki koleksi sepeda motor dan
anjing ras herder dan doberman.[]
_________________________________________________________________