IN/BIO: TEMPO - Soebronto Laras

From: apakabar@clark.net
Date: Mon May 13 1996 - 11:45:00 EDT


INDONESIA-P

   PUSAT DATA & ANALISA TEMPO APA & SIAPA '85/86
     _________________________________________________________________
   
   SOEBRONTO Laras
     _________________________________________________________________
   
   Jakarta, 5 Oktober 1943
     _________________________________________________________________
   
   SD Cikini, Jakarta (1958)
   
    SMP Cikini, Jakarta (1961)
   
    SMA Harapan Kita, Jakarta (1964)
   
    Paisley College, London, Inggris (1965)
   
    London College, Inggris (1965)
     _________________________________________________________________
   
   Direktur PT Saphira Pillar Motor (1972-1974)
   
    Direktur First Chemical Industry (1974-sekarang)
   
    Dirut PT Indohero Steel Engineering & Co.
   
    Dirut PT Indo Mobil Utama dan Wakil Dirut PT Suzuki Indonesia
   Manufacturing (1976-sekarang)
   
    Wakil Dirut PT Suzuki Engine Industry
   
    Dirut PT National Motors Co. dan Dirut PT Unicor Prima Motor
   (1984-sekarang)
   
    Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika (1985-sekarang)
     _________________________________________________________________
   
   Jalan Bonang 7, Jakarta Pusat Telp: 331195
   
   Jalan Kalibesar Barat 46, Jakarta Telp: 670092, 674188 Ia memang
   berasal dari keluarga pedagang otomotif. Ayahnya, R. Moerdowo
   (almarhum) adalah importir mobil Citroen, Tempo, dan Combi, sudah
   sejak 1949. ''Makanya, tidak heran kalau sejak kecil saya sudah
   tertarik kegiatan bengkel,'' ujar Soebronto Laras, Dirut PT Indohero
   Steel & Engineering Co., dan PT Indo Mobil Utama -- perakit motor dan
   mobil Suzuki.
   
    Setaman SMA, 1964, Yonto -- panggilan Soebronto -- melanjutkan studi
   rekayasa mesin di Paisley College for Technology, Inggris. Kemudian ia
   melanjutkan di Hendon College for Business Management, di negeri yang
   sama. Selagi di sanalah ia bergaul akrab denga Roesmin Noerjadin
   (sekarang Menteri Perhubungan), dan Benny Moerdani (sekarang Pangab).
   Sebab, Yonto sempat menjadi staf lokal Atase Pertahanan di KBRI
   London.
   
    Kembali dari sana, 1972, anak kedua dari empat bersaudara ini
   berkenalan dengan Atang Latief, pemilik Bank Indonesia Raya dan
   sejumlah kasino (ketika itu). Bahkan Yonto menjadi orang kepercayaan
   Atang. Ia menjabat Direktur PT First Chemical Industry, yang bergerak
   dalam bidang formika, alat-alat plastik, dan perakitan kalkulator.
   Empat tahun kemudian ia menjadi dirut perusahaan perakitan motor mobil
   Suzuki.''Saya berani karena didukung penuh oleh Pak Atang Latief,''
   kata Yonto. Dari sebuah perusahaan yang nyaris bangkrut, sekarang
   berdiri megah dengan omset per tahun Rp 150 milyar dan aset Rp 90
   milyar. ''Semua ini berkat kerja sama seluruh karyawan,'' katanya
   merendah. Sejak 1981 bisnisnya bertambah kuat dengan masuknya grup
   Liem Sioe Liong. Pada 1984, ia menjadi Dirut PT National Motors Co.
   dan PT Unicor Prima Motor, perakit mobil Mazda, Hino, dan sepeda motor
   Binter.
   
    Pada masa remajanya, Yonto pernah menjadi pembalap motor, bersama
   antara lain Tinton Soeprapto. Sekarang pun pada hari- hari libur,
   bersama teman-temannya, ia masih suka menunggang motor Suzuki 1.000 cc
   ke luar kota. Kalau ada produksi baru hasil rakitan pabrik mobilnya,
   Yonto tidak pernah absen ikut menguji.
   
   Menikah dengan Herlia Emmi Yani, putri Almarhum Jenderal Ahmad Yani,
   ia dikaruniai dua anak. Yonto menyenangi jogging, tenis, renang,
   rally, dan bulu tangkis. Ia juga memiliki koleksi sepeda motor dan
   anjing ras herder dan doberman.[]
     _________________________________________________________________