IN/UMUM: 6-Mar-96 Antara #1

From: apakabar@access.digex.net
Date: Wed Mar 06 1996 - 07:02:00 EST


From: John MacDougall <apakabar@access.digex.net>

From: Embassy of Indonesia <indonsia@DGS.DGSYS.COM>

        SUMBER : KANTOR BERITA ANTARA
        HARI/TGL : RABU,6 MARET 1996
        EDISI : SATU ( I )
        ====================================

Daftar Isi :
------------

        NASIONAL
        ========
        "KELOMPOK 6" DAN "KELOMPOK 8" SEPAKAT BENTUK FEDERASI PENYELAMAT
        YLBHI
        MENTERI AGAMA SERUMPUN SEPAKAT KEMBALI KE ISLAM MURNI
        PEMBAGIAN MAKTAB BAGI JEMAAH HAJI DENGAN SISTEM QURAH
        PRESIDEN: ABRI HARUS TINGKATKAN PEMAHAMAN TERHADAP ASPIRASI RAKYAT

        EKONOMI DAN KEUANGAN
        ====================
        MEKANISME PASAR DI INDONESIA PERLU PEMURNIAN DARI BERBAGAI DISTORSI

        NATIONAL NEWS
        ==============
        ALATAS RULES OUT ANY CONDITION FOR HOSTAGE RELEASE

---000---

        NASIONAL
        ========

        "KELOMPOK 6" DAN "KELOMPOK 8" SEPAKAT BENTUK FEDERASI PENYELAMAT
        YLBHI

            Jakarta - Perpecahan di tubuh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum
        Indonesia (YLBHI) semakin nyata terjadi setelah "Kelompok enam"
        dan "kelompok delapan" serta Mochtar Lubis, seorang anggota dewan
        penyantun YLBHI sepakat membentuk Federasi Penyelamat YLBHI, di
        Jakarta Selasa malam.
            Mereka menilai proses pemilihan ketua dewan pengurus organi-
        sasi itu yang akhirnya memilih Bambang Wijojanto tidak berjalan
        sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
            Beberapa pendukung Federasi Penyelamat YLBHI yang berkumpul
        di rumah Mochtar Lubis itu juga menyatakan menolak hasil pemili-
        han dan tidak akan bekerjasama dengan Ketua Dewan Pengurus yang
        terpilih yaitu Bambang Widjojanto.
            "Tanpa ketua dewan pengurus-pun seluruh aktifitas LBH di
        pusat dan di daerah tetap jalan," kata Mulyana mewakili "kelompok
        enam" dan pernyataan itu di"iya"kan oleh Tiga Direktur LBH Daerah
        yaitu Lampung, Semarang, dan Yogyakarta yang hadir pada acara
        itu.
            Namun, Mulyana mengatakan, Federasi itu tidak berdiri terpi-
        sah dari YLBHI atau mendirikan YLBHI tandingan.
            "Kami hanya memperjuangkan prinsip-prinsip kejujuran dan
        kelompok ini tidak bermaksud memisahkan diri dari YLBHI," tegasn-
        ya.
            Mulyana juga menegaskan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan
        siapa yang menjadi ketua tapi yang disoalkan adalah mekanisme dan
        prosedur pemilihannya.

                                  Mendesak

            Pada acara itu Muchtar Lubis dan HJ Princen mendesak agar
        federasi yang terdiri dari "kelompok delapan" dan "kelompok enam"
        itu segera menentukan siapa yang menjadi pemimpin di antara
        mereka.
            Namun, usulan itu ditolak Direktur LBH daerah yang hadir
        dengan alasan belum berkonsultasi dengan rekan-rekan lainnya.
            "Kami perlu juga mengadakan konsultasi dengan rekan-rekan di
        daerah untuk melakukan langkah selanjutnya, namun kami tetap
        mempunyai komitmen untuk membentuk federasi seusai 'Kesepakatan
        Bandung' kemarin," kata Direktur LBH Lampung Dedy Mawardi.
            Tak diketahui secara pasti kapan federasi itu akan menentukan
        pemimpinnya dan kemungkinan federasi itu akan mengalami kesulitan
        untuk berkumpul kembali karena masing-masing mempunyai "PR" yang
        harus dikerjakan.
            "Kami sangat sibuk karena banyak sidang yang mesti dihadiri
        dan tidak bisa berlama-lama di Jakarta," kata Irwan Nasution
        mewakili Direktur LBH Bandung.
            Sedangkan, HJ Princen yang selain masuk "Kelompok 6" juga
        anggota Dewan Penyantun YLBHI menyatakan bahwa adanya pelanggaran
        anggaran dasar yang dilakukan pada saat suksesi YLBHI bisa menuju
        pada disintegrasi YLBHI itu sendiri.
            "Oleh karena itu perlu ada kelompok yang selalu menjaga
        jangan sampai langkah YLBHI menyimpang dari AD/ART," katanya.

                                   Bambang Terpilih
            Sebelumnya di rumah Sekretaris Panitia Pemilihan Dewan Pen-
        gurus YLBHI Tuti Herarti Roeseno, Bambang Widjojanto, yang saat
        ini menjabat Direktur Operasional YLBHI terpilih menjadi Ketua
        Dewan Pengurus YLBHI yang baru setelah perhitungan suara di
        hadapan notaris Maria H. Soekardjo, ia meraih suara terbanyak.
           Perhitungan suara yang dilakukan di rumah kediaman Ketua
        Panitia Pemilihan Tuti Herarti Roeseno itu menunjukkan bahwa
        Bambang mendapat tujuh suara, Sukardjo Adijojo lima suara, semen-
        tara Luhut MP Pangaribuan dan Ny. Amartiwi Saleh masing-masing
        satu suara.
            Yang termasuk "kelompok enam" itu ialah Dir. Eksekutif YLBHI
        Drs Mulyana W Kusumah, Dir. Komunikasi dan program Khusus YLBHI
        Hendardi, Dir. Internal Rambun Tjajo SH, Dir. LBH Jakarta Luhut
        MP Pangaribuan SH LLM, dan dua anggota Dewan Penyantun YLBHI
        yaitu Ny. Amartiwi Saleh dan HJ Princen.
            Sedangkan LBH Cabang di daerah yang masuk "Kelompok 8" yakni
        LBH Cabang Jakarta, Bandung, Lampung, Yogyakarta, Semarang, Ujung
        Pandang, Bali dan Manado.
            Selain itu, Moctar Lubis yang juga anggota dewan penyantun
        menyatakan tetap mendukung "Kelompok 6" dan menilai proses pemil-
        ihan itu cacat hukum.
            "Saya tak melihat Bambang sebagai figur pemimpin karena masih
        hijau pengalaman," katanya.

        ==========

        MENTERI AGAMA SERUMPUN SEPAKAT KEMBALI KE ISLAM MURNI

            Jakarta - Empat menteri agama serumpun yang tergabung dalam
        MABIMS (Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia dan Singapura)
        saat menyimpulkan hasil pertemuan informalnya di Jakarta, Selasa
        petang, sepakat kembali pada kemurnian dan reaktualisasi Islam.
            Keempat menteri agama ini setuju melaksanakan pemurnian dan
        reaktualisasi Islam melalui langkah-langkah tertentu guna menjaga
        akidah Islamiyah, kemaslahatan pengamalan keagamaan dan keharmo-
        nisan masyarakat baik intern umat beragama maupun antar umat
        beragama, kata Menteri Agama Tarmizi Taher mewakili mitra kerjan-
        ya ketiga menteri agama lainnya.
            Keempat menteri agama itu bertemu dalam pertemuan tidak resmi
        MABIMS VI sebagai kelanjutan dari pertemuan sebelumnya di Pulau
        Langkawi, Malaysia (1994).
            MABIMS yang dilaksanakan tiap tahun itu berhasil menelorkan
        langkah-langkah yang dipandang sebagai cara untuk kembali kepada
        Islam murni antara lain, mendirikan pusat pengkajian dan penye-
        baran Alquran MABIMS di Brunei Darussalam, Yayasan Ekonomi Islam
        MABIMS dan pesantren-pesantren MABIMS.
            Pusat pengkajian dan penyebaran Alquran ini secara umum akan
        menjalankan usaha-usaha menyelenggarakan kursus seni qiroat dan
        ilmu Alquran, membuat kajian tentang Alquran, mengusahakan pener-
        bitan dan penyebaran yang berhubungan dengan Alquran dan menye-
        lenggarakan kursus, pelatihan, dan seminar-seminar mengenai
        Alquran.
            Selain itu keempat menteri agama juga sepakat untuk mening-
        katkan kerjasama ulama melalui Majlis ZMuzakarah Ulama MABIMS
        dalam peningkatan kualitas dan kesejahteraan umat Islam. Majlis
        Muzakarah MABIMS ini juga bertujuan merumuskan kaedah-kaedah
        dalam mewujudkan penyelarasan fatwa tentang kasus-kasus aktual
        yang menyentuh masyarakat Islam di negara anggota MABIMS.
            Keempat menteri yang tergabung dalam MABIMS juga sepakat
        mendirikan Yayasan Ekonomi Islam yang terutama akan membantu
        masyarakat Islam dalam meningkatkan taraf hidup mereka melalui
        muamalat Islam.
            Yayasan ini berfungsi sebagai forum tukar menukar pengalaman
        dan informasi mengenai yayasan-yayasan Islam terutama yang sudah
        maju yang terdapat di MABIMS baik yang berhubungan dengan kegia-
        tan ekonomi maupun pembangunan masyarakat secara umum.
            Menteri agama empat negara serumpun itu mengakhiri kegiatan
        persidangan pada Selasa (5/3) dan selanjutnya perpisahan antar
        anggota MABIMS itu dilaksanakan Rabu (6/3) di kediaman Menteri
        Agama Tarmizi Taher, Widya Chandra, Jakarta Pusat.

        ==========

        PEMBAGIAN MAKTAB BAGI JEMAAH HAJI DENGAN SISTEM QURAH

            Jakarta - Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Departemen
        Agama Drs Ahmad Gozali di Asrama Haji, Pondok Gede, Jaktim,
        Selasa malam, mengatakan, pembagian maktab (pemondokan) di Mekkah
        bagi seluruh jemaah haji Indonesia dilakukan dengan sistem qurah
        (undian), sementara pondokan selama di Madinah baru dibagikan
        saat jemaah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
            Hal itu dilakukan mengingat adanya perbedaan sistem penyewaan
        pemondokan di Mekkah dan Madinah. Di Mekkah dengan sistem penye-
        waan selama satu musim dan di Madinah berdasarkan siklus pelaya-
        nan delapan hari.
            "Dengan adanya perbedaan itu, tahap awal sebagai uji coba dan
        terobosabn baru, tahun ini baru dilakukan dalam bentuk penentuan
        kloter di Mekkah," katanya dalam acara pembagian maktab bagi
        jemaah haji Indonesia 1996.
            Menurut Gozali dihadapan seluruh Kakanwil Depag di Tanah Air,
        pola penentuan kloter pada maktab dengan sistem qurah (undian)
        ini merupakan salah satu di antara kebijakan baru dalam penye-
        lenggaraan urusan haji tahun 1996 yang berkaitan dengan upaya
        meningkatkan pelayanan dalam pengaturan pemondokan jemaah di
        Tanah Suci.
            Secara teknis operasional, pemondokan selama di Mekkah dila-
        kukan oleh maktab melalui Muassasah Haji Asia Tenggara dan group
        pelayanan melalui muassasah Adillah di Madinah.
            Penyusunan pola penentuan kloter pada maktab dengan sistem
        undian ini didasarkan pada konfirmasi jumlah maktab dan standar
        alokasi jumlah jemaah per maktab yang ditetapkan Kementrian Haji
        Arab Saudi melalui muassasah dan disinkronkan dengan jumlah calon
        jemaah atau jumlah kloter sesuai dengan jenis pesawat yang akan
        digunakan.
            Jumlah maktab untuk jemaah haji Indonesia tahun 1996 adalah
        67 maktab dengan klasifikasi 65 maktab untuk jemaah ONH biasa dan
        dua maktab untuk jemaah ONH Plus. Alokasi jumlah jemaah permaktab
        antara 2.800-3.000 orang dan selisih antar maktab tidak melebihi
        200 orang.
            Jumlah kloter untuk jemaah haji tahun 1996 sebanyak 453
        kloter terdiri dari 195 kloter (93.120 orang) dari Halim Perdana-
        kusuma Jakarta, 35 kloter (16.800 orang) dari Polonia, Medan, 118
        kloter (48.202 orang) dari Juanda, Surabaya, 66 kloter (23.430
        orang) dari Hasanuddin, Ujungpandang dan 39 kloter (13.845 orang)
        dari Sepinggan, Balikpapan.
            Sementara PT Garuda Indonesia, perusahaan penerbangan yang
        beroleh hak mengantarkan jemaah haji ke Tanah Suci telah menyiap-
        kan 24 pesawat terdiri dari Boeing berkapasitas 480 orang, MD 11
        dengan kapasitas 409 orang dan DC 10 (355 orang).

        ========

        PRESIDEN: ABRI HARUS TINGKATKAN PEMAHAMAN TERHADAP ASPIRASI
        RAKYAT

            Cilodong, Bogor - Presiden Soeharto mengingatkan seluruh
        jajaran ABRI agar meningkatkan pemahaman dan pengertian yang
        mendalam terhadap aspirasi dan kepentingan masyarakat, guna
        mengembangkan kreativitas yang ada.
            "Hanya dengan bersikap demikian ABRI akan berhasil melaksana-
        kan tugasnya dalam bidang pertahanan keamanan, dan sosial poli-
        tik, khususnya dalam mengembangkan kreativitas, prakarsa dan
        potensi tadi," kata Presiden dalam amanatnya yang dibacakan Kasad
        Jenderal TNI R. Hartono pada upacara HUT Kostrad ke-35 di Colo-
        dong, Bogor, Rabu.
            Kepala Negara mengatakan, ABRI sebagai pendukung pembangunan
        harus menciptakan kondisi dan peluang agar semangat masyarakat
        dapat berkembang terus.
            "Karena ABRI ikut serta dalam pembangunan bangsa maka keikut-
        sertaan kita berlandaskan pada potensi, kreativitas dan prakarsa
        masyarakat. Pelaksanaan strategi ini sekarang telah mulai berha-
        sil," kata Presiden.
            Sementara itu Kasad dalam sambutannya meminta jajaran satuan
        TNI AD itu meningkatkan pemahaman tentang situasi dan kondisi
        sosial politik yang berkembang, agar tidak terkecoh oleh permai-
        nan politik yang dapat melunturkan kesetiaan kepada bangsa dan
        negara.
            "Perlu disadari bahwa setiap upaya pembinaan satuan prajurit
        Kostrad harus memepertimbangkan pengaruh global dengan segala
        dampaknya," ujar Hartono.
            Untuk itu, kata Kasad, terus mantapkan upaya memperkuat
        wawasan di bidang idiologi, politik, ekonomi, sosial politik,
        budaya dan Hankam.
            Jenderal berbintang empat itu juga mengingatkan bahwa selain
        peningkatan profesionalisme keprajuritan di bidang Hankam harus
        seiring dengan bidang Sospol.
            "Sebagai pasukan tempur yang telah mencatatkan prestasinya
        dengan tinta emas, Kostrad juga mampu melaksanakan operasi keama-
        nan dalam negeri sehingga dapat semakin memantapkan kondisi
        stabilitas keamanan yang merupakan prasyaratbagi pelaksanaan
        pembangunan," katanya.
            Usai upacara, acara dilanjutkan dengan berbagai atraksi
        menarik seperti terjun payung oleh 75 personil, peragaan bela
        diri prajurit, demonstrasi penghancuran musuh.

        ============

        EKONOMI DAN KEUANGAN
        ====================

        MEKANISME PASAR DI INDONESIA PERLU PEMURNIAN DARI BERBAGAI DIS-
        TORSI

            Jakarta - Ketua Umum Kadin Aburizal (Ical) Bakrie menilai
        mekanisme pasar di Indonesia perlu diefektifkan dan dimurnikan
        dari berbagai distorsi untuk mengantisipasi derasnya arus libera-
        lisasi dalam perdagangan dan investasi.
            Tidak efektifnya mekanisme pasar, menurut Ical pada halal
        bihalal Kadin di Jakarta, Selasa, akan mengakibatkan iklim inves-
        tasi kurang menarik dan dunia usaha sulit berbermain di arena
        persaingan pasar internasional, bahkan di pasar domestik.
            Karena itu, perlu diwujudkan satu mekanisme pasar yang sehat
        dan kondusif dengan iklim usaha, proses seleksi dan transaksi
        yang benar-benar dinamis, terbuka dan transparan serta jauh dari
        praktek kolusi, diskriminatif dan monopolistik.
            Di sini, tegas Ketua Umum Kadin, kepekaan pada dinamika
        lingkungan eksternal dan internal harus sama kualitas dan inten-
        sitasnya. Dengan demikian, pemberdayaan ekonomi rakyat juga harus
        sama tegarnya dengan kesunguhan menghapuskan hambatan tarif dan
        non tarif.
            Menurut dia, berbagai distorsi yang diakibatkan kebijaksanaan
        yang kurang menunjang seperti pungutan yang menyebabkan ekonomi
        biaya tinggi harus dihilangkan.
            Karena itu, Menaker Abdul Latief dalam kesempatan itu mengim-
        bau kepada dunia usaha agar berani menghentikan pemberian pungli.
        "Ini perlu karena pengusaha Indonesia terkenal rajin memberikan
        pungli," katanya.
            Untuk bisa memerangi berbagai pungutan yang menyebabkan
        ekonomi biaya tinggi tersebut, Menaker menyatakan perlunya satu
        konsep, sistem dan tindakan yang berkesinammbungan.
            Selain itu, kadin juga harus menyusun satu rencana strategis
        mengenai tindakannya dalam menghadapi tidak saja pungutan, tetapi
        juga bagaiman meningkatkan kesejahteraan pekerja dan produktivi-
        tasnya.
            Sementara itu, Pemilik Gemala Group Sofyan Wanandi menyata-
        kan, dibutuhkannya satu law enforcement untuk menindaklanjuti
        keinginan Menaker agar pengusaha tidak lagi memberi pungli kepada
        aparat.
            Dengan adanya law enforcement ini, katanya, pengusaha akan
        berani untuk menolak berbagai pungutan. Sekarang ini, tegas
        Sofyan, mana berani pengusaha menolak berbagai pungutan kalau
        penolakan itu akan mengakibatkan industrinya macet atau terham-
        bat.
            Menurut dia, pengawasan yang tidak jalan selama ini mengaki-
        batkan munculnya berbagai pungutan.
            Sofyan menegaskan, saat ini merupakan kesempatan untuk
        menghapus berbagai pungutan karena presiden dan menteri telah
        menunjukkan kemauannya untuk memerangi hal tersebut.
            Dengan dihapusnya berbagai pungutan tersebut, ia juga menya-
        takan optimismenya bahwa harga produk dalam negeri akan turun dan
        dapat bersaing di pasar domestik dan internasional.
            Selain itu, meningkatnya keuntungan pengusaha juga akan
        berdampak pada meningkatnya kemampuan mereka untuk melakukan
        investasi dan memperluas kesempatan bekerja, kata Sofyan.

        ========

        NATIONAL NEWS
        ==============

        ALATAS RULES OUT ANY CONDITION FOR HOSTAGE RELEASE

            Jakarta - Indonesian Foreign Minister Ali Alatas here on
        Wednesday ruled out any condition for the release of 12 hostages
        in Irian Jaya, saying that the government's position on the issue
        is clear and firm.
            Prior to the limited cabinet session at the Bina Graha Presi-
        dential Office, Alatas said the kidnapping of six Indonesians and
        six foreigners by the Irian Jaya security disturbance group Free
        Papua Movement (OPM) is something the whole world has condemned.
            No international law justifies kidnapping, the minister said,
        adding that the government has been quite flexible in dealing
        with the kidnappers as seen in its decision to adopt persuasive
        measures.
            "Thus, no one should blame us in the kidnapping case," he
        said.
            Asked about the intention of the kidnappers to hold a dialog
        with Jakarta, Alatas said "We never recognize them. Hence it is
        impossible for us to enter (into) any dialog with them."
            He referred to the fact that Jakarta does not recognize Jose
        Ramos-Horta, the so-called leader of the Fretilin security dis-
        turbance group in East Timor, so there has never been any dialog
        with him.
            Indonesian Armed Forces (ABRI) Chief Gen Feisal Tanjung
        meanwhile said ABRI continues to monitor the case.
            "We will maintain our persuasive approach but maybe it is the
        kidnappers themselves who expect stiff action from our part," he
        said.
            The OPM on January 8 abducted 26 persons on a scientific
        expedition in the remote village of Mapnduma, Irian Jaya.
            Most of them were later released for various reasons, leaving
        only 12 in the hands of the kidnappers.
            The 12 consist of six Indonesians, four Britons and two
        Dutchmen.

                           ====000=====