From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
From: spnet <spnet@rad.net.id>
Newsgroups: alt.culture.indonesia
Subject: Seorang Ibu dan Dua Putrinya diperkosa Penjahat di Bekasi
Date: 30 Jul 1995 16:51:29 GMT
Kompas, 25 Juli 1995
Suatu perampokan disertai perkosaan kembali terjadi di Bekasi. kali ini
yang lebih menonjol dalam perampokan justru perkosaanya dibandingkan
dengan kerugian materi yang hanya dua gram kalung emas. Peristiwa ini
menimpa keluarga Acan (45) di Kampung Cimatis, Desa Jatikarya, Keca-
matan Perwakilan Jatisari, Kab. Bekasi, Senin, 24/7/95.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kesadisan penjahat ini
terlihat dengan cara memperkosa secara bergiliran tiga korban. Di
antara ketiga korban itu, dua merupakan anak di bawah umur, yaitu
masih 14 dan 15 tahun. Kedua korban itu masih sekolah di SMP (Tsana-
wiyah). Dari keterangan korban diperkirakan, pelaku berjumlah lebih dari
10 orang.
Keterangan yg diperoleh Kompas menyebutkan peristiwa tragis ini terjadi
sekitar pukul 03.30 WIB. Di rumah keluarga Acan yang malang, malam itu
tidur 5 pembantunya di teras rumah, dua anak perempuannya masing2 ber-
nama Ng (15) dan Ac(14) dalam satu kamar tidur. Sedangkan istri Acan
bernama An (35), tidur bersama suaminya.
Senin dinihari, rumah ini kedatangan sekelompok orang. Para pembantu
yang tidur di teras terkejut ketika dibangunkan oleh penjahat. Mereka
tidak berdaya karena golok dan clurit sudah berada di leher. Lalu,
mereka diikat dengan sebuah tali plastik, dan mulutnya disumpal dengan
sobekan kain.
Setelah melumpuhkan para pembantu itu, pintu rumah Acan didobrak oleh
penjahat. Para penjahat itu langsung berpencar, diantaranya masuk ke
kamar tidur Acan bersama isterinya. Acan pun terkejut karena digertak.
Ketika bangun lehernya sudah ditempeli sebuah golok.
Semula para penjahat itu menanyakan uang dan tempat perhiasan. "Mana
uangmu, kutebas lehermu kalau tidak kasih tahu," bentak salah seorang
penjahat seperti dikutip korban. Kmd Acan diikat tangan dan kakinya.
Acan dibawa ke ruangan tengah, didudukkan begitu saja di sebuah kursi
menghadap ke kamar tidurnya dan anaknya.
Sedang isterinya An diseret ke dapur. Di ruangan dapur itu, An diperkosa
secara bergiliran. Ia tidak ingat jumlah penjahat yg memperkosanya,
hanya ketika lelaki yang keempat, ia sudah tidak sadarkan diri.
Meski sudah pinsan, perkosaan itu masih berlangsung. Bahkan penjahat
sempat mengambil kalung emas seberat 2 gram yang dikenakan korban.
"Mereka binatang,"kata Acan dgn air mata di pelupuk matanya.
Nasib tragis justru menimpa kedua anak perempuan Acan, yaitu Ng dan Ac.
Kedua anak yg semula tidur di ruangan yang sama, dipisahkan. Ng dibawa
ke kamar orangtuanya dan Ac sengaja dibiarkan di ruangan semula.
Kmd terdengar suara teriakan kedua anak perempuan itu, namun tidak
satupun yang bisa menolong.
"Saya sendiri hanya melihat lebih dari 6 penjahat bergiliran masuk ke
kamar anak saya dan kamar saya. Saya tidak kuat, apalagi melihat anak
saya sudah terkulai lemas", kata Acan, ayah kedua anak yang malang tsb.
Ac dan Ng memang pingsan ketika diperkosa secara bergiliran. Dari
selangkangannya mengeluarkan darah, tubuhnya pucat dan bibirnya tampak
membiru. Kedua remaja perempuan itu baru sadarkan diri sekitar pukul
15.00 WIB. Ketika siuman, kedua anak itu menangis keras, shg suasana
rumah itu sangat mengharukan.
Sementara itu pada penjahat kabur stl mengobrak-abrik seluruh ruangan
rumah. Sebelum kabur, mrk sempat membacok ban sepeda motor milik korban,
shg para penjahat itu leluasa kabur.