Presiden Buka Kongres HMI

From: apakabar@clark.net
Date: Sun Jan 22 1995 - 13:48:00 EST


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>

Forwarded message:
From apakabar Sun Jan 22 14:37 EST 1995
Path: news.clark.net!news.sprintlink.net!howland.reston.ans.net!news2.near.net!news.delphi.com!usenet
From: HERTADI@delphi.com
Newsgroups: soc.culture.indonesia,alt.culture.indonesia
Subject: Baru HMI yang kongresnya dibuka oleh Presiden
Date: 22 Jan 1995 16:05:03 GMT
Organization: Delphi Internet Services Corporation
Lines: 44
Message-ID: <3ftvnf$dku@news1.delphi.com>
NNTP-Posting-Host: bos1d.delphi.com
Xref: news.clark.net soc.culture.indonesia:18888 alt.culture.indonesia:6083
Apparently-To: apakabar
Content-Type: text
Content-Length: 2030

Hari ini Presiden Buka Kongres HMI

JAKARTA
Hari ini Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar perhelatan besar
Koangres ke-20. Kongres kali ini, seperti dikatakan Ketua Umum PB HMI
Yahya Zaini, terbilang istimewa. "Selama Orde Baru, di antara
organisasi kepemudaan yang ada di Indonesia, baru HMI yang kongresnya
dibuka Presiden," ucap Yahya di Jakarta kemarin.

Berbicara pada wartawan seusai bertemu MEndagri kemarin, Yahya menilai
penting kehadiran Presiden Soeharto. Kesediaan Presiden membuka kognres,
menurutnya mengandung konsekuensi bahwa kongres yang berlangsung di
Surabaya itu, 21-28 Januari, harus sukses.

KEsediaan PResiden membuka kongres HMI ini memang mendapat perhatian
banyak pihak. Namun, Yahya menolak anggapan bahwa kesediaan Presiden
membuka kongres kali ini menggambarkan makin lunturnya independensi
ormas kepemudaan bernapaskan Islam ini. "Jangan mengkait-kaitkan
masalah," komentarnya. "Sebagai organisasi kepemudaan, HMI tetap
independen."

Yahya juga menjanjikna, perhelatan di Surabaya ini akan berlangsung dinamis.
Dan, ucapnya lagi, "Kongres khususnya pemilihan ketua umum akan berjalan
demokratis."

Sekalipun penuh dinamikan, kata Yahya, itu tak berarti akan menimbulkan
implikasi negatif yang merugikan masyarakat. Yang jelas, ujar Yahya, "Kami
ingin menghapus kesan bahwa Kognres HMI hanya datar-datar saja, sebagaimana
yang terjadi dalam kongres-kongres sebelumnya.

Kekhawatiran bakal tidak bulatnya keputusan yang diambil dalam kongres di
Surabaya nanti sempat menarik perhatian Mendagri Yogie S.Memet. Dalam
pertemuan dengan pengurus HMI kemarin, Mendagri mengingatkan agar Kongres
ke-20 HMI mampu menghasilkan keputusan yang bulat.

Keputusan itu bulat, kata Yogie, kalu dihasilkan memalui musyawarah dan
diterima semua pihak. "Jangan sampai ada keputusan lonjong seperti yang
terjadi pada orsospol," ucap Mendagri, sebagaimana dikutip Yahya Zaini.
Keputusan yang lonjong, kata Yogie, belakangan bakal menimbulkan ketidakpuasan
dari sebagian warga.

(Republika, Sabtu, 21 Januari 1995)