From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
From apakabar@igc.apc.org Tue Nov 8 14:13 EST 1994
Received: from mail.igc.apc.org (mail.igc.apc.org [192.82.108.38]) by clark.net (8.6.9/8.6.5) with ESMTP id OAA20287 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 14:13:31 -0500
Received: from igc.apc.org (igc.apc.org [192.82.108.1]) by mail.igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.51 ) with SMTP id KAA26920 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 10:11:58 -0800
Received: (from apakabar@localhost) by igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.183 ) id KAA21865 for apakabar@clark.net; Tue, 8 Nov 1994 10:11:58 -0800
Date: Tue, 8 Nov 1994 10:11:58 -0800
From: Indonesia Publications/Task Force Indonesia <apakabar@igc.apc.org>
Message-Id: <199411081811.KAA21865@igc.apc.org>
To: apakabar@clark.net
Subject: RI tempuh jalur diplomatik untuk at
Content-Type: text
Content-Length: 3320
Status: RO
/* Written 1:21 PM Nov 7, 1994 by hertadi@delphi.com in igc:soc.cult.indon */
/* ---------- "RI tempuh jalur diplomatik untuk at" ---------- */
RI tempuh jalur diplomatik untuk atasi pencurian ikan
JAKARTA (Bisnis)
Indonesia menempuh penyelesaian diplomatik dengan pemerintah Hong Kong
untuk mengatasi masalah pencurian ikan yang dilakukan nelayan koloni itu
di perairan nusantara selama dua tahun terakhir ini, yang telah
menimbulkan kerugian sedikitnya Rp 1 triliun.
Menteri Negara Lingkungan Hidup, Sarwono Kusumaatmadja, mengatakan nelayan
Hong Kong mencuri banyak ikan di kawasan perairan Teluk Cendrawasih
dan Sulawesi. Untuk mengatasi hal itu, menurut dia, pemerintah Indonesia
kini melakukan upaya penyelesaian diplomatik dengan Hong Kong, selain
melalui World Wild Life Foundation (WWF).
"Para pejabat Hong Kong justru menunggu tindakan dari Pemerintah
Indonesia supaya mereka mempunyai basis yang kuat untuk menindak
nelayannya," ungkap Sarwono, seusai melapor kepada Presiden Soeharto di
Jl Cendana, Jakarta Sabtu.
Nelayan Hogn Kong menurut dia, secara ilegal menangkap ikan jenis
Napoleon. Pencurian tersebut, yang dilakukan dua tahun terakhir ini,
diperkirakan menimbulkan kerugian sedikitnya Rp 1 triliun.
Selain mencuri ikan, kata Sawrono, nelayan Hong Kong juga bekerja sama
dengan nelayan setempat membeli ikan jenis Napoleon dari nelayan dengan
harga hanya Rp 20.000 per kg dalam keadaan hidup. Padahal mereka bisa
menjualnya di Hong Kong dengan harga US$115 per kg.
"Yang lebih parah lagi, mereka merusak terumbu karang di wilayah kita. Hal
itu dilakukan untuk menangkap ikan tersebut hidup-hidup. Kebetulan mereka
kepergok dan sempat direkam video, tapi mereka tidak peduli. Rekaman video
itu sudah saya serahkan kepada Bapak Presiden dan beliau memerintahkan agar
persoalan ini harus diselesaikan tuntas," tutur Saarwono.
Menurut dia, cara nelayan Hong Kong mencuri ikan sungguh menyakitkan.
Mereka, lanjutnya, menggunakan racun cyaninda dan merusak terumbu karang
untuk menangkap Napoleon yang mirip dengan ikan sapu-sapu. Meskipun ikan
itu hanya dimakan oleh orang di Hong Kong, kegiatan mereka jelas melanggar
kedaulatan Indonesia.
"Menurut nelayan di Irian Jaya ikan Napoleon tidak enak. Karena itu,
mereka menjualnya kepada nelayan asing. Ikan ini sangat digemari di
restoran-restoran di Hong Kong, sehingga harganya juga melonjak."
Sarwono mengemukakan bahwa yang lebih parah lagi adalah perdagangan ikan
tersebut tidak tercatat dalam statistik perdagangan ikan di Indonesia.
Padahal, ujarnya, omzet perdagangan ikan yang dipasok dari Indonesia ini
di Hong Kong diperkirakan sekitar US$150 juta per tahun.
Menteri Negara LH itu mengatakan Presiden memerintah kepadanya melakukan
koordinasi dengan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan, untuk
selanjutnya mengeluarkan larangan perdagangan ikan itu.
"Semuanya sudah beres. Kini surat pelarangan itu tinggal diumumkan saja,"
tutur Sarwono. "Melalui petunjuk ini, kami tegaskan bahwa pemerintah
perlu segera melakukan berbagai tindakan untuk menghentikan kegiatan yang
sangat merugikan ini."
Menurut Sawrono, sudah ada beberapa pengusaha yang menulis surat kepada
Kantor Menteri Negara LH agar diperbolehkan membudayakan ikan Napoleon.
Namun masalah ini akan diatur kemudian.
(Bisnis Indonesia, Senin, 7 November 1994)
From apakabar@igc.apc.org Tue Nov 8 14:13 EST 1994
Received: from mail.igc.apc.org (mail.igc.apc.org [192.82.108.38]) by clark.net (8.6.9/8.6.5) with ESMTP id OAA20275 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 14:13:29 -0500
Received: from igc.apc.org (igc.apc.org [192.82.108.1]) by mail.igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.51 ) with SMTP id KAA26948 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 10:12:13 -0800
Received: (from apakabar@localhost) by igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.183 ) id KAA21883 for apakabar@clark.net; Tue, 8 Nov 1994 10:12:13 -0800
Date: Tue, 8 Nov 1994 10:12:13 -0800
From: Indonesia Publications/Task Force Indonesia <apakabar@igc.apc.org>
Message-Id: <199411081812.KAA21883@igc.apc.org>
To: apakabar@clark.net
Subject: Raksasa eceran AS siap masuk Indone
Content-Type: text
Content-Length: 3275
Status: RO
/* Written 1:23 PM Nov 7, 1994 by hertadi@delphi.com in igc:soc.cult.indon */
/* ---------- "Raksasa eceran AS siap masuk Indone" ---------- */
Raksasa eceran AS siap masuk Indonesia
JAKARTA (Bisnis)
Raksasa perdagangan eceran Amerika Serikan, Kmart Corporation, segera
beroperasi di Indonesia melalui kerja sama Franchise dengan Multipolar.
Presiden Direktur Multipolar, Winardi Setiaputra, mengungkapkan Sabtu
bahwa perusahaannya telah mencapai kesepakataan dengan Kmar untuk
membuka jaringan Kmart di Indoensia.
Target yang ditetapkan adalah membuka 15 outlet dalam tujuh tahun
mendatang, dengan investasi US$100 juta. Tahap pertama akan diawali dengan
pembukann super-mall terbesar se-Asia Tenggara di Lippo Village, Tangerang.
"Lima belas outlet itu akan didirikan dalam waktu tujuh tahun. sedangkan
outlet pertama merupakan super-mall terbesar di Asia Tenggara seluas
12.000 m2 akan buka di Lippo Village bulan Oktober 1995," katanya.
Dia menjelaskan, penandatanganan naskah expression of intent antara Kmart
Corporation dan Multipolar telah dilakukan di Jakarta awal bulan ini.
"Investasi untuk bisnis eceran ini 100% milik Multipolar, sedangkan
modal US$100 juta diperoleh dari pinjaman bank dalam negeri dan luar
negeri. Multipolar hanya memiliki equity Rp 53 miliar untuk memulai bisnis
itu," kata Winardi.
Dia mengungkapkan masalah yang berkaitan dengan kewajiban franchisor (Kmart)
dan fraanchisee (Multipolar) masih dalam negosiasi.
Menurut Winardi, keunggulan sistem eceran Kmart adalah penjualan barang
dengan harga lebih murah dibandingkan dengan pasar swalayan atau department
store biasa.
Barang yang akan dijual melalui jaringan eceran ini meliputi hampir
60.000 jenis mata dagangan, mulai perabot rumah tangga, pakaian, sampai
makanan dan minuman. "Pokoknya kami membuat one stop shopping."
Kmart adalah salah satu perusahaan distribusi terbesar dunia (terbesar
kedua di AS) yang mengoperasikan 2.400 outlet tersebar di berbagai negara.
Multipolaar juga merencanakan pembukaan jaringan Kmart di Bandung dan
Surabaya.
Selama ini di Indonesia telah beroperasi jaringaan eceran asing, juga
melalui franchise, seperti Sogo daan Yaohan. Jaringan retail terkemuka
Jepang, Isetan, kabarnya juga akan masuk.
Sebelumnya, NTUC (National Trade Union Contract) Singapura juga berniat
membangun jaringan eceran di Indoensia. Perusahaan itu sempat menandatangani
memorandum of understanding dengan Sekar Group dan Induk Koperasi Karyawan
(Inkopkar), tapi rencana itu batal karena NTUC ingin menanamkan modalnya
(bukan franchise), padahal penanaman modal asing dalam bidang ini dilarang
di Indonesia.
Komentar AP3I
Mengomentari rencana masuknya Kmart, Ketua AP3I (Asosiasi Pengecer dan
Pengelolaan Pertokoan Indonesia), H.J.A. Sinungan, mengemukakan pembukaan
jaringan eceran besar itu tidak akan merugikan sejauh dalam bentuk
franchise.
"Pengaaturan tentang permodalam diatur dalam technical agreement harus
secara tegas menyebutkan modal 100% milik pengusaha Indonesia, dan
seluruh tenaga kerja juga dari Indonesia," dia mengingatkan.
Selain itu, dia mengemukakan, untuk mengantisipasi sistem perdagangan bebas
dunia, kehadiran franchise eceran sangat bermanfaat untuk meningkatkan
ekspor Indonesia.
(Bisnis Indonesia, Senin, 7 November 1994)
From apakabar@igc.apc.org Tue Nov 8 14:12 EST 1994
Received: from mail.igc.apc.org (mail.igc.apc.org [192.82.108.38]) by clark.net (8.6.9/8.6.5) with ESMTP id OAA20091 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 14:12:43 -0500
Received: from igc.apc.org (igc.apc.org [192.82.108.1]) by mail.igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.51 ) with SMTP id KAA26976 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 10:12:27 -0800
Received: (from apakabar@localhost) by igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.183 ) id KAA21902 for apakabar@clark.net; Tue, 8 Nov 1994 10:12:27 -0800
Date: Tue, 8 Nov 1994 10:12:27 -0800
From: Indonesia Publications/Task Force Indonesia <apakabar@igc.apc.org>
Message-Id: <199411081812.KAA21902@igc.apc.org>
To: apakabar@clark.net
Subject: Denpasar, Surabaya & Yogyakarta
Content-Type: text
Content-Length: 2193
Status: RO
/* Written 1:24 PM Nov 7, 1994 by hertadi@delphi.com in igc:soc.cult.indon */
/* ---------- "Denpasar, Surabaya & Yogyakarta" ---------- */
DAERAH SEKILAS
DENPASAR
Diluncurkannya kapal pesiar Bali Sea Dancer (BSD) milik perusahaan P & O
Cruises (Pinansular and Oriental) Australia dan PT Lumba-Lumba Permai
Indonesia, menambah lagi fasilitas wisata bahari di Bali. Menurut General
Manager P & O John M. Daniels kepada pers, Jumat (4/11) kapal pesiar
dengan bobot 4.000 ton ini akan melayari rute sekitar Nusa Tenggara.
BSD yang dibuat di Italia tahun 1968 ini, akan membawa 150 wisatawan
berpesiar selama empat hari dengan tarif sekitar Rp 800.000. Dengan
panjang seratus meter lebih dan lebar 14,40 meter, BSD dijamin memberi
kenyamanan bagi wisatawan. Kapal ini adalah kapal pesiar ketiga yang
dimiliki P & O di Indonesia.
SURABAYA
Lima orang dari 14 korban tewas akibat tabrakan antara KA Gaya Baru
jurusan Jakarta-Surabaya di Jalan Pahlawan, Lamongan tidak ada ahli waris.
Santunan dari PT Asuransi Jasa Raharja Cabang Jatim yang seharusnya
diterimakan kepada ahli warisnya, hanya diberikan untuk biaya pemakaman.
Demikian Humas PT Jasa Raharja Cabang Jatim Drs Widayana ketika dihubungi
Kompas di Surabaya, Jumat (4/11). Kecelakaan terjadi pada Jumat pekan lalu
(28/10). Lima korban yang biaya pemakanannya ditanggung PT Asuransi Jasa
Raharja masing-masing sebesar Rp 100.000. Sedang santunan kepada 9 korban
yang diterima para ahli waris, masing-masing menerima Rp 2 juta.
YOGYAKARTA
Belasan ribu umat Islam memadati Pagelaran Keraton Yogyakarta, guna mengikuti
acara Semaan (semak, dalam bahasa Jaya artinya menyimak) Al Quran dalam
rangka peringatan ke-247 berdirinya Negari Ngayogyakarta Hadiningrat
sepanjang hari Kamis (3/11) hingga menjelang Jumat (4/11) dinihari. Sehari
sebelumnya, di tempat sama juga berlangsung mujahadah akbar sebagai
perwujudan rasa syukur. Dalam perkembangan sejarahnya, Ngayogyakarta
Hadiningrat dengan perubahan wilayah di sana-sini kemudian menjadi Daerah
Istimewa Yogyakarta. Sultan HB X berkata, bahwa Keraton Yogyakarta terus
mengembangkan komitmen terhadap bangsa dengan wujud aktualisasi amal ibadah.
(Kompas, Senin, 7 November 1994)
From apakabar@igc.apc.org Tue Nov 8 14:12 EST 1994
Received: from mail.igc.apc.org (mail.igc.apc.org [192.82.108.38]) by clark.net (8.6.9/8.6.5) with ESMTP id OAA20085 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 14:12:41 -0500
Received: from igc.apc.org (igc.apc.org [192.82.108.1]) by mail.igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.51 ) with SMTP id KAA27031 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 10:12:46 -0800
Received: (from apakabar@localhost) by igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.183 ) id KAA21918 for apakabar@clark.net; Tue, 8 Nov 1994 10:12:45 -0800
Date: Tue, 8 Nov 1994 10:12:45 -0800
From: Indonesia Publications/Task Force Indonesia <apakabar@igc.apc.org>
Message-Id: <199411081812.KAA21918@igc.apc.org>
To: apakabar@clark.net
Subject: Optimalisasi kilang gas Pagerungan
Content-Type: text
Content-Length: 2113
Status: RO
/* Written 1:26 PM Nov 7, 1994 by hertadi@delphi.com in igc:soc.cult.indon */
/* ---------- "Optimalisasi kilang gas Pagerungan" ---------- */
KILASAN EKONOMI
JATENG TOLAK AJAKAN BEJ
Pemda Jateng menolak ajakan Dirut Bursa Efek Jakarta (BEJ) Hassan Zein
Machmud untuk mengaktifkan lagi Galeri Perdagangan Efek Jawa Tengah
(GPEJT), karena hal itu dinilai tidak ada manfaatnya. Wagub II
Jateng Soesmono Martosiswojo kepada pers di Semarang, Sabtu (5/11)
menambahkan, upaya mengaktifkan lagi GPEJT akan merugikan, dan akan
menyedot uang Jateng ke Jakarta. "Saat ini yang dibutuhkan perusahaan
pialang di propinsi ini bukan GPEJT, melainkan pembentukan Bursa Efek
Jawa Tengah (BEJT), seperti Bursa Efek di Jakarta dan Surabaya," ujar
Soesmono yang juga Ketua Tim Pembentukan BEJT. Ketua Tim BEJT dua tahun
lalu telah mengajukan permohonan izin pembentukan bursa efek kepada Menkeu
(Ketika itu JB Sumarlin), karena ada tawaran dari Bapepam. Hingga tahun
1993, surat izin pembentukan BEJT yang diajukan ke Menkeu belum ada
jawaban, sehingga terpaksa GPEJT yang diharapkan menjadi embiro pendirian
BEJT dinonaktifkaan.
OPTIMALISASI KILANG GAS PAGERUNGAN
Optimalisasi produksi gas lapangan Pegerungan di Kabupaten Sumenep, Jatim
yang dioperasikan kontraktor minyak Atlantic Richfield Bali North
Indonesia (ARBNI) hingga kini belum dapat diwujudkan karena masih menunggu
rampungnya proyek pipanisasi bagi konsumen gas kota di Jatim. Kapasitas
produksi gas Pagerungan hingga kini baru mencapai 300 juta kubik gas/hari,
padahal fasilitas dua kilang yang ada mampu menghasilkan 450 juta kubik
gas/hari. Produksi gas Pagerungan saat ini sebagian besar dikonsumsi oleh
PLN bagi Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU Gresik dan Petrokimia
Gresik. Sementara suplai untuk konsumen lainnya yaitu Perum Gas Negara hanya
sekitar tiga juta kaki kubik gas/hari. Menurut Vice President bidang operasi
ARBNI, Benky Bagoes Oka, Sabtu (5/11) permintaan gas dari industri serta
rumah tangga di Jatim cukup besar. Proyek pipanisasi gas perkotaan di Jatim
ditangani oleh Perum Gas Negara.
(Kompas, Senin, 7 November 1994)
From apakabar@igc.apc.org Tue Nov 8 14:08 EST 1994
Received: from mail.igc.apc.org (mail.igc.apc.org [192.82.108.38]) by clark.net (8.6.9/8.6.5) with ESMTP id OAA18681 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 14:07:57 -0500
Received: from igc.apc.org (igc.apc.org [192.82.108.1]) by mail.igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.51 ) with SMTP id KAA27080 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 10:13:04 -0800
Received: (from apakabar@localhost) by igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.183 ) id KAA21937 for apakabar; Tue, 8 Nov 1994 10:13:02 -0800
Date: Tue, 8 Nov 1994 10:13:02 -0800
From: Indonesia Publications/Task Force Indonesia <apakabar@igc.apc.org>
Message-Id: <199411081813.KAA21937@igc.apc.org>
To: apakabar@igc.apc.org
Subject: Kebakaran di Tangerang
Content-Type: text
Content-Length: 1288
Status: RO
/* Written 1:28 PM Nov 7, 1994 by hertadi@delphi.com in igc:soc.cult.indon */
/* ---------- "Kebakaran di Tangerang" ---------- */
INFO JABOTABEK
GEDUNG GEREJA ST. ANDREAS
Wali Kota Jakarta Barat Drs H Sutardijianto hari Minggu (6/11)
meresmikan penggunaan gedung Gereja St Andreas yang baru di kompleks
perumahan Green Garden, Kedoya, Jakarta Barat. Gedung gereja yang
berdiri di atas lahan seluas 4.200 meter persegi itu, dibangun sejak
Juni 1993 lalu. Pengguntingan pita oleh Ny Sutardijanto, yang antara
lain juga disaksikan oleh Uskup Agung Jakarta Mgr Leo Soekoto SJ.
KEBAKARAN DI TANGERANG
Sebuah pabrik meubel berikut tokonya, di Kampung Nambo, Kelurahan
Pabuaran Tumpeng, Kotamadya Tangerang, Minggu (6/11) dini hari
ludes terbakar. Menurut keterangan yang dikumpulkan, api mulai
berkobar sekitar pukul 01.00. Ketika itu sejumlah pekerja yang sedang
tidur di dalamnya lari tunggang-langgang menyelematkan diri. Api yang
belum diketahui asalnya itu terus membesar dengan tiupan angin.
Barang-barang yang ada di dalamnya, termasuk hasil produksi berbentuk
perabotan rumah tangga tidak dapat diselamatkan. Api yang mengamuk di tempat
usaha Yunus (50) ini baru dapat dipadamkan sekitar pukul 03.00 pagi, itu
dengan dua unit mobil pemadam.
(Kompas, Senin, 7 November 1994)
From apakabar@igc.apc.org Tue Nov 8 14:14 EST 1994
Received: from mail.igc.apc.org (mail.igc.apc.org [192.82.108.38]) by clark.net (8.6.9/8.6.5) with ESMTP id OAA20509 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 14:14:01 -0500
Received: from igc.apc.org (igc.apc.org [192.82.108.1]) by mail.igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.51 ) with SMTP id KAA27155 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 10:13:45 -0800
Received: (from apakabar@localhost) by igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.183 ) id KAA21978 for apakabar@clark.net; Tue, 8 Nov 1994 10:13:44 -0800
Date: Tue, 8 Nov 1994 10:13:44 -0800
From: Indonesia Publications/Task Force Indonesia <apakabar@igc.apc.org>
Message-Id: <199411081813.KAA21978@igc.apc.org>
To: apakabar@clark.net
Subject: Masalah investasi diajukan ke SOM I
Content-Type: text
Content-Length: 5203
Status: RO
/* Written 4:46 PM Nov 7, 1994 by hertadi@delphi.com in igc:soc.cult.indon */
/* ---------- "Masalah investasi diajukan ke SOM I" ---------- */
Masalah Investasi Diajukan ke SOM IV APEC
Jakarta, Kompas
Komite, Perdagangan dan Investasi (CTI) APEC gagal untuk menuntaskan
kebuntuan pembahasan prinsip investasi yang tidak mengikat (non-binding
investment code).
AS tetap pada sikapnya untuk menolak tiga dari 12 prinsip yang dikandung
dalam persoalan tersebut, yakni masalah perlakuan nasional (national
treatment), batasan kinerja (performance requirement), serta masalah
repatriasi dan pertukaran (repatriation and convertibility).
Selanjutnya CTI menyerahkan persoalan tersebut untuk dicarikan pemecahannya
ke tingkat Pertemuan Para Pejabat Tinggi (SOM) IV APEC di Jakarta, 8-10
November 1994.
Ketua Delegasi Indonesia ke Petermuan CTI, Djoko Moerljono mengemukakan
hal itu saat ditanya wartawan seusai pertemuan hari pertama, Minggu (6/11) di
Balai Sidang Jakarta-Hilton. Pertemuaan akan dilanjutkan hari Senin ini untuk
membahas laporan terakhir yanag akan disampaikan kepada SOM IV.
"Khusus mengenai masalah non-binding investmen code kondisinya tetap tidak
berbeda seperti dua hari sebelumnya yakni ketika para ahli investasi
mengadakan pertemuan. Karena persoalan ini mengalami deadlock, maka CTI
akan menyerahkan untuk diselesaikan di tingkat SOM," jelas Djoko, Dirjen
Perdagangan Luar Negeri, Depdag.
Djoko tidak menyebutkan negara mana yang menjadi penghambat dalam penyelesaian
masalah prinsip investasi yang tidak mengikat tersebut. Hanya saja pada
pertemuan para ahli investasi sebelumnya, AS yang ketika di Yogyakarta
mendukung adanya 12 prinsip investasi yang tidak mengikat, keberatan dengan
tiga masalah di antaranya yakni soal perlakuan nasional, batasan kinerja,
serta masalah repatriasi dan pertukaran.
Ketika ditanyakan dasar dari keberatan AS terhadap prinsip investasi yang
tidak mengikat, Djoko mengatakan, delegasi AS tidak mendapat kewenangan
untuk menyetujuinya. "Pejabat yang menolak prinsip-prinsip itu mengaku tidak
memiliki mandat untuk menyetujui. Karena APEC merupakan forum kerja sama
berdasarkan konsensus, perbedaan pendapat ini diajukan ke pihak yang lebih
tinggi untuk diselesaikan," tutur Djoko.
Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Masalah Strategis dan Internasional
(CSIS) Dr Hadi Susatro yang ikut hadir dalam pertemuan CTI kemarin menilai
keberatan yang disampaikan AS tampaknya didasarkaan oleh banyaknya
pengecualian dalam prinsip investasi yang tidak mengikat.
Sebagai contoh Hadi menunjuk soal perlakuan nasional. Dalam masalah ini,
prinsip investasi disepakati, seharusnya tidak boleh ada perbedaan antara
perusahaaaan asing (PMA) dengan perusahaan nasionaal (PMDN). "Dalam
non-binding investment code yang diajukan, memang pembatasan itu
dihilangkan. Hanya kemudian masih ada beberapa pengecualian. Ini yang
tampaknyaa tidak disetujui pihak AS. Kalau memang mau mendorong
liberalisasi perdangan dan investasi, maka seharusnya tidak ada lagi,
pengecualian-pengecualian," jelas Hadi.
Sementara itu ketua sidang pertemuan CTI, Joun Young Sun dari Korea mengatakan,
pembicaraan sore ini masih belum mencapai konsensus. Terutama karena masih
ada beberapa negara yang belum setuju dengan formulasi yang dikeluarkan.
Ada tiga butir yang belum disepakati. Pertemuan sore kemarin, baru bisa
membicarakan topik-topik yang harus didiskusikan.
Menjawab pertanyaan kemungkinan masalah ini dibawa pada tingkat pertemuan
pejabat tinggi (SOM), tanpa memberi jawaban yang pasti Joun Joung Sun
mengatakan, hal itu memungkinkan.
Beberapa pihak lain yang dihubungi membenarkan hal tersebut. Pertemuan
komite Perdangan dan Investasi kali ini masih tetap terganjal oleh sikap
Amerika. AS tampaknya berkeinginan membawa masalah ini pada pertemuan
lebih tinggi. Bila pertemuan pada tingkat yang lebih tinggi ini pun gagal,
masalah itu harus dibawa pada pertemuan tingkat menteri. Karena itu, tidak
tertutup kemungkinan pembahasan ini akan diteruskan pada pertemuan para
pemimpin ekonomi.
Dalam hal ini Amerika sangat ingin memanfaatkan prinsip investasi yang
tidak mengikat ini benar-benar secara maksimal. Ada kemungkinan hal itu
lebih disebabkan oleh tekanan di dalam Amerika sendiri. Atau tekanan
pihak swasta yang menginginkan prinsip itu sekaligus dilaksankan sebagai
prinsip yang mengikat.
Yang positif
Di samping masalah investasi yang masih mengganjal, menurut Djoko, pertemuan
CTI menghasilkan beberapa kemajuan yang positif. Di antaranya adalah masalah
prosedur kepabeanan. Melalui simposium perdagangan dan kepabeanan,
diperoleh beberaapa masukan untuk menyederhanakan prosedur bea cukai dalam
upaya mendorong liberalisasi di antara anggota APEC. "Komite juga menyetujui
dibentuknya sub komite mengenai prosedur kepabeanan," tegas Djoko.
Mengenai usulan para ahli untuk membuat data dasar tarif di antara anggota
APEC, Djoko mengatakan, CTI menyetujui untuk mmenunjuk konsultan yang
menangani masalah itu. "Dananya sudah disetujui akan disediakan Sekretariat
AAPEC. Selanjutnya diadakan tender untuk menentukan perusahaan mana yang
menangani persoalan ini," tutur Ketua Delegasi Indonesia itu.
(Kompas, Senin, 7 November 1994)
From apakabar@igc.apc.org Tue Nov 8 14:13 EST 1994
Received: from mail.igc.apc.org (mail.igc.apc.org [192.82.108.38]) by clark.net (8.6.9/8.6.5) with ESMTP id OAA20449 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 14:13:52 -0500
Received: from igc.apc.org (igc.apc.org [192.82.108.1]) by mail.igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.51 ) with SMTP id KAA27203 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 10:14:11 -0800
Received: (from apakabar@localhost) by igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.183 ) id KAA22009 for apakabar@clark.net; Tue, 8 Nov 1994 10:14:09 -0800
Date: Tue, 8 Nov 1994 10:14:09 -0800
From: Indonesia Publications/Task Force Indonesia <apakabar@igc.apc.org>
Message-Id: <199411081814.KAA22009@igc.apc.org>
To: apakabar@clark.net
Subject: Tata Niaga Cengkeh tetap akan diter
Content-Type: text
Content-Length: 4478
Status: RO
/* Written 4:58 PM Nov 7, 1994 by hertadi@delphi.com in igc:soc.cult.indon */
/* ---------- "Tata Niaga Cengkeh tetap akan diter" ---------- */
TNC Diteruskan, Perlu Dana Penyangga Rp 1 Triliun/Tahun
Manado, 6 November
Kebijakan pemerintah di bidang Tata Niaga Cengkeh (TNC) tetap akan
diteruskan sekalipun kemungkinan beberapa tahun lagi Badan Penyangga dan
Pemasaran Cengkeh (BPPC) akan dibubarkan. Sebagai pengganti BPPC adalah
gerakan koperasi yang dua tahun terakhir sudah dilibatkan menangani TNC.
Penegasan itu dikemukakan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil
(Menko/PKK), Subiakto Tjakrawedaya di Manado, Sulut. Hal itu juga
dikemukakan Ketua Umum BPPC, Hutomo Mandala Putra, dalam penerbangan
Manado-Ambon kepada wartawan Sabtu (6/11).
Menkop dan Ketua Umum BPPC itu mengadakan perjalanan di Kawasan Indonesia
Timur (KTI) dalam rangka menyerahkan simpanan wajib khusus petani (SWKP)
cengkeh kepada petani.
SWKP yang diserahkana dari taanggal 3-5 November itu sebesar Rp 70 miliar
dengan rincian untuk petani Sulawesi Tenggara Rp 1,6 miliar, Sulawesi
Selatan Rp 20 miliar, Sulawesi Tengah Rp 11,4 miliar, Sulawesi Utara
Rp 27,8 miliar dan Maluku yang terbagi dua wilayah yaitu melalui Puskud
Halmahera (Ternaate) Rp 4 miliar.
Uang itu merupakan sebagian dari jumlah SWKP Rp 157 miliar hasil produksi
cengkeh tahun 1992, Sebelumnya juga sudah diserahkan SWKP untuk petani
Jawa Timur sebanyak Rp 15,4 miliar.
Menurut Menkop/PPK dan Ketua Umum BPPC, tidak ada alasan untuk membubarkan
TNC. Sebab, keberadaannya sangat bermanfaat bagi gerakan koperasi dan petani
cengkeh. Jika sampai saat ini petani belum bisa menikmati 100 persen TNC,
itu disebabkan produksi cengkeh masih sangat besar dibanding konsumsi
pabrik rokok kretek. Jika nantitelah terjadi keseimbangan antara produksi
dan konsumsi para petani akan menikmati TNC dan pada saat itu BPPC
siap untuk bubar.
Tommy belum bisa memastikan kapan BPPC bubar dan menyerahkan sepenuhnya TNC
kepada gerakaan koperasi. Selain menunggu keseimbangan antara jumlah
produksi dan konsumsi, masalah dana untuk penyanggaan cengkeh juga perlu
disiapkan yakni sebesar Rp 1 triliun per tahun. Melihat tingginya produksi
cengkeh dewasa ini, dana yang diperlukan untuk menyangga adalah untuk
tiga tahun produksi.
Modal Penyertaan
Untuk menghimpun dana sebesar tersebut menurut pimpinan Humpuss Group itu,
salah satu yang bisa dilakukan adalah menghimpun modal penyertaan Rp 2.000
per kg yang diambil dari harga dasar cengkeh Rp 7.900 per kg untuk
kualitas cengkeh kadar air 10 persen dan kadar kotoran 3 persen. Selain
itu, SWKP Rp 1.000 per kg juga tetap dipertahankan. Kebijakan penghimpunan
dana penyertaan dari SWKP cengkeh tersebut merupakan bagian penting untuk
permodalan dan penyangga cengkeh.
Ia menambahkan, dengan adanya TNC, gerakan koperasi saat ini telah memiliki
modal penyertaan Rp 484 miliar untuk tahun 1992 dan 1993. Sedang pada
tahun ini diperkirakan modal penyertaan yang akan masuk sekitar Rp 160
miliar. Dengan demikian untuk beberapa tahun lagi modal penyertaan akan
terus bertambah yang bisa untuk menyangga cengkeh.
Dana SWKP Rp 251 miliar dan fee KUD yang sudah direalisir Rp 114 miliar.
Guna menunjang TNC berjalan baik, Tommy menyarankan perlu pembenahan
administrasi Inkud. Puskud dan KUD. Ia melihat dewasa ini administrasi
belum berjalan baik. Hal itu ditandai masih banyaknya perbedaan angka-angka
baik tentang dana penyertaan maupun SWKP antara KUD, Puskud daan Inkud.
akibatnya TNC kurang berjalan baik.
Banyak Kelemahan
Menkop/PPK Drs Subyakto Tjakrawedaya mengakui, pelaksanaan TNC selama ini
masih banyak kelemahan dan kekurangan. Kelemahan dan kekurangan tersebut
terjadi pada pihak pelaksana, baik itu KUD, Puskud, Instansi terkait maupun
petani sendiri, karena itu sebagai menteri saya minta maaf aatas kekurangan
dan kelemahan yang terjadi selama ini.
Hal tersebut dikatakan di depan ribuan petani cengkeh Sulawesi Utara (Sulut)
seusai menyaksikan penyerahaan simpanan wajib khusus petani (SWKP) sebanyak
Rp 27,8 miliar lebih oleh Ketua Umum BPPC Hutomo Mandala Putra kepada
petani cengkeh yang diwakili lima petani, Sabtu (5/11) bertempat di desa
Kiawa Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa 60 km arah selatan kota Manado.
Dalam pada itu, Ketua Umum BPPC mengakui, TNC sekarang ini banyak
kelemahan, karena itu sebagai pimpinan BPPC dia mohon maaf, dan akan
bertanggung jawab atas kesalahan selama ini.
(Suara Pembaruan, Minggu, 6 November 1994)
From apakabar@igc.apc.org Tue Nov 8 14:14 EST 1994
Received: from mail.igc.apc.org (mail.igc.apc.org [192.82.108.38]) by clark.net (8.6.9/8.6.5) with ESMTP id OAA20483 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 14:13:57 -0500
Received: from igc.apc.org (igc.apc.org [192.82.108.1]) by mail.igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.51 ) with SMTP id KAA27243 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 10:14:29 -0800
Received: (from apakabar@localhost) by igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.183 ) id KAA22032 for apakabar@clark.net; Tue, 8 Nov 1994 10:14:29 -0800
Date: Tue, 8 Nov 1994 10:14:29 -0800
From: Indonesia Publications/Task Force Indonesia <apakabar@igc.apc.org>
Message-Id: <199411081814.KAA22032@igc.apc.org>
To: apakabar@clark.net
Subject: humaniora
Content-Type: text
Content-Length: 4858
Status: RO
/* Written 5:00 PM Nov 7, 1994 by hertadi@delphi.com in igc:soc.cult.indon */
/* ---------- "humaniora" ---------- */
Gadis Sus Jadi Korban "Ulah Nafsu" Sang Ayah Selama 14 Tahun
MEDAN
Sosok ayah, untuk sementara orang diartikan sebagai tempat perlindungan,
guru, panutan dan tempat mengadu. Selain itu, ayah juga menjadi pilar
kehidupan keluarga.
Namun bagi gadis Sus (22), kesan sosok ayah yang demikian, jauh dari
pada gambaran idealnya. Dia selalu trauma, dihantui rasa takut manakala
melihat sang ayah secara pisik.
Pada tahun 1978, saat Sus baru berusia 6 tahun, dia sudah disuguhi
"ulah nafsu" oleh orang yang seharusnya melindungi dan memanjakannya.
Di rumah sendiri dia diperkosaa oleh ayah kandungnya bernaama Rid (43)
yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan di pelabuhan Gabion, Belawan.
Meski Sus menjerit karena menahan rasa sakit, namun sang ayah tetap
mengikuti selera setannya. Pelaku Rid sempat mengancam anaknya jika
tetap menolak keinginannya.
Peristiwa yang tak dapat dilupakan gadis yang masih cilik itu, ternyata
berlanjut sampai 14 tahun. Kejadian itu, akhirnya diketahui ibu dari bocah
kecil yang sedang didera penderitaan. Sang ibu begitu perih menyaksikan
putri kandungnya mengalami pendarahan tetapi ia tak bisa berbuat apa-apa.
Sempat diancam akan dibunuh bahkan ditampar oleh suaminya. Ia hanya bisa
menangis dalam kesendirian.
Serius
Satu-satu yang dia bisa perbuat, hanyalah segera melarikan anak gadisnya
ke dokter yang terdekat dengan tempat tinggal mereka di Kecamatan Medan
Belawan, Kodya Medan.
Akibat pendarahan yang serius, Susi harus menerima enam jahitan di sekitar
alat kelaminnya. Kendati begitu, untuk menutupi rasa malu, dia terpaksa
membohongi dokter dengan mengatakan bahwa pendarahan yang dialami putrinya
adalah akibat terjatuh. Dia juga tidak menceritakan kejadian itu kepada
siapapun sesuai dengan pesan suaminya.
Pada saat-sat tertentu, perlakuan kasar serta ancaman akan dibunuh oleh
Rid, selalu menghantui Sus bersama ibunya. Meski begitu, mereka tetap
berusaha untuk kabur atau setidaknya mencegah kebrutalan Rid.
Pada tahun 1988, setelah menginjak 10 tahun Sus dipaksa menjadi budak nafsu
ayah kandungnya, ia memang berusaha menolak. Karena ditolak, Rid menjadi
berang. Putrinya dihajar kemudiana diikat dengan rantai besi. Hari-hari
berikutnya, Sus dengan terpaksa selalu melayani permintaan ayahnya.
Pindah Rumah
Jika ada gejala para tetangga mencium ada yang tidak beres dalam kehidupan
nelayan itu, Rid segera mengantisipasi cepat yakni memboyong keluarganya
pindah rumah. Tercatat tiga kali, keluarga yang hidup pas-pasan ini berpindah
pindah tempat tinggal. Pindah dari Belawan keluarga ini menetap di Aceh
sampai tahun 1988. Kemudian pindah lagi ke Pangkalan Brandan, Kabupaten
Langkat.
Saat bermukim di Pangkalan Brandan, pada tahun 1992 yang lalu, Sus berhasil
melarikan diri ke rumah salah seorang keluarga di Medan. Pertemuan terakhir
dengan ayahnya, ketika Sus berkeras dan mempertahankan diri karena ia tak
ingin melayani. Setiba di Medan, ia mulai lega karena sudah merasa lepas
dari cengkraman ayahnya.
Ternyata sepeninggal Sus, rumah tangga Rid semakin panas. Sang istri yang
belum berhasil kabur selalu menjadi sasaran kemarahan Rid atas raibnya Sus.
Namun, suatu hari di tahun 1992 itu, dia berhasil menyusul anaknya ke Medan.
Selama dua tahun, ibu beranak itu berusaha melupakan hari-hari kelam yang
telah dilalui. Mereka mencoba memulai hidup baru di kota Medan pada
pertengahan bulan Oktober yang lalu, Sus diterima bekerjaa di restoran
Ninety Nine Belawan.
Buyar
Rasa aman yang dikecap oleh Sus ternyata sempat buyar, setelah pertemuan
dengan ayahnya tanpa disengaja di restoran sea food tempatnya bekerja.
Rid langsung menyeret Sus dan mengajaknya untuk hidup bersama.
"Kita selama ini sudah seperti suami isteri. Saya akan uruskan surat nikah
untuk mensahkan hubungan kita," ucap Rid mencoba mempengaruhi istrinya.
Tentu sekali ajakan ayah kandungnya ditentang habis-habisan oleh Sus. Ia
tak mau lagi terperangkap dalam kegelapan dan menjadi budak nafsu ayah
kandungnya. Atas saran keluarga dan ibunya, akhirnya Sus mengadu ke Polsekta
Labuhan Deli hari Jumat (28/10) lalu.
Tiga hari berselang, Senin (31/10), Rid berhasil diciduk petugas yang
dipimpin langsung oleh Kapolsekta Labuhan Deli, Lettu Pol MT Malau. Hari
itu juga Rid dijebloskan dalam tahanan.
Menurut pengakuan Rid kepada petugas, selama dua tahun terakhir ini ia tetap
berusaha mencari anak dan isterinya. Iapun pindah-pindah tempat sampai
beberapa kali, dan terakhir kembali ke Labuhan Deli dan menjadi nelayan
di sekitar pelabuhan Gabion Belawan.
Diungkapkan, selama petualangannya mencari anak dan isterinya, Rid sudah
berulang kali kawin cerai, dan selalu menukar nama setiap pindah tempat
tinggal untuk mengaburkan jadi dirinya.
(Suara Pembaruan, Minggu, 6 November 1994)
From apakabar@igc.apc.org Tue Nov 8 14:13 EST 1994
Received: from mail.igc.apc.org (mail.igc.apc.org [192.82.108.38]) by clark.net (8.6.9/8.6.5) with ESMTP id OAA20424 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 14:13:49 -0500
Received: from igc.apc.org (igc.apc.org [192.82.108.1]) by mail.igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.51 ) with SMTP id KAA27286 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 10:14:54 -0800
Received: (from apakabar@localhost) by igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.183 ) id KAA22067 for apakabar@clark.net; Tue, 8 Nov 1994 10:14:53 -0800
Date: Tue, 8 Nov 1994 10:14:53 -0800
From: Indonesia Publications/Task Force Indonesia <apakabar@igc.apc.org>
Message-Id: <199411081814.KAA22067@igc.apc.org>
To: apakabar@clark.net
Subject: tanggapan terhadap Gus Dur
Content-Type: text
Content-Length: 4143
Status: RO
/* Written 4:50 PM Nov 7, 1994 by hertadi@delphi.com in igc:soc.cult.indon */
/* ---------- "tanggapan terhadap Gus Dur" ---------- */
Tanggapan Terhadap Gus Dur
Tidak Perlu Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel
Jakarta, Minggu, Mdk
Pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Abdurrahman
Wahid bahwa Indonesia perlu menjalin hubungan diplomatik dengan Israel
beberapa kalangan menilai tidak berdasarkan alasan yang jelas, sangat
tergesa-gesa dan terlalu dini karena Israel tidak sungguh-sungguh
menghargai hak-hak rakyat Palestina.
"Saya tegas menyatakan tidak sependapat dengan Gus Dur. Belum waktunya
Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Hal itu bisa
membuat Israel merasa mendapat pengakuan dari semua negara, padahal negara
itu tidak sungguh-sungguh menghargai hak-hak rakyat Palestina," kata
anggota Komisi DPR dari Fraksi Persatuan Pembanguan (FPP) Aisyah Aminy
kepada Merdeka, Minggu (6/11) berkaitan dengan pernyataan Gus Dur,
panggilaan akrab Abdurrahman Wahid bahwa Indonesia perlu mengadakan
hubungan diplomatik dengan Israel sekembalinya dari Israel, Belanda dan
Italia, Sabtu (5/11) mengikuti Konferensi Keagamaan dan Perdamaian se Dunia.
Aisyah Aminy malah mempertanyakan apa sesungguhnya alasan Gus Dur
mengeluarkan pernyataan tersebut. "Saya nggak ngerti kepentingan apa yang
dia pikirkan. Indonesia memang peduli kepada Palestina. Jadi, masalahnya
apa Israel ikhlas mengakui bangsa Palestina sebagai suatu negara yang
dapat duduk sama rendah berdiri sama tinggi?," ujarnya.
Karena itu, menurut anggota Dewan tidak pada tempatnya Gus Dur mengkaitkan
kedudukan Indonesia sebagai ketua GNB (Gerakan Non Blok) dengan perlu
dibukanya hubungan diplomatik Indonesia dan Israel.
Sedang anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (FPDI)
BN Marbun menyatakan, Indonesia tidak perlu memusuhi Israel. Pada sisi lain,
secara tidak langsung Indonesia memiliki hubungan psikologis emosional
dengan Palestina. "Sejak dulu Indonesia memiliki rasa solidaritas dengan
negara-negara Arab khususnya Palestina tetapi sekarang ini tiga perempat
negara di dunia justeru mulai mengakui Israel. Lalu, yang menjadi
pertanyaan atas dasar apa kita memusuhi Israel?," kata Marbun.
Namun demikian, katanya, Indonesia tidak perlu tergesa-gesa membuka
hubungan diplomatik dengan Israel dan harus dilihaat dulu apa maksud, tujuan
serta kepentingannya. "Indonesia masih perlu menunggu sikap Israel yang
sesungguhnya terhadap Palestina," katanya.
Langkah Salah
Secara terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Hasan Basri menilai
kunjungan Gus Dur ke Israel merupakan langkah yang salah karena dari segi
prosedural dia mengaku mewakili umat Islam. "Itu tidak benar. Umat Islam
yang mana? Dari segi materi juga tidak benar karena menganjurkan pemerintah
Indonesia untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bangsa
zionis," katanya.
Ditekankan, bagaimanapun Indonesia harus berpihak kepada bangsa yang
terjajah (Palestina,red). "Orang-orang NU sendiri tidak ada yang mengetahui
bagaimana Gus Dur bisa mengaku mewakili umat Islam atau warga NU," ujar
Hasan Basri.
Namun, MUI tampaknya tidak memiliki kekhawatiran terhadap pernyatan Gus Dur
itu. Sebab, menurut Ketua MUI pernyataan tersebut tidak akan menimbulkan
pengaruh apa-apa bagi umat Islam karena tidak akan ada yang mengikuti
pendapatnya. "Mendukung Palestina adalah aspirasi umat Islam sejak dulu.
Buktinya, masih banayak masjid yang membuka dompet untuk membantu penderitaan
rakyat Palestina," katanya.
Idealisme MUI
Secara terpisah, dalam keterangan persnya Sabtu (5/11) menanggapi kecaman
MUI terhadap kunjungannya ke Israel, Gus Dur mengatakan dalam era
globalisasi MUI harus realistis dan jangan berpandangan sempit terhadap
ajara Islam.
"Idealisme yang dianut MUI dalam memandang Islam tidak dapat mengantisipasi
globalisasi dan realitas yang ada di dunia. MUI tidak akan pernah sampai
ke pemikiran Islam yang mendunia sebab yang dipermasalahkan hanya film
True Liest, Valentine Day's, dan sebentar lagi yang dipermasalahkan kartu
natal dan natal itu sendiri," katanya.
(Merdeka, Senin, 7 November 1994)
From apakabar@igc.apc.org Tue Nov 8 14:08 EST 1994
Received: from mail.igc.apc.org (mail.igc.apc.org [192.82.108.38]) by clark.net (8.6.9/8.6.5) with ESMTP id OAA18766 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 14:08:14 -0500
Received: from igc.apc.org (igc.apc.org [192.82.108.1]) by mail.igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.51 ) with SMTP id KAA27373 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 10:15:41 -0800
Received: (from apakabar@localhost) by igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.183 ) id KAA22101 for apakabar@clark.net; Tue, 8 Nov 1994 10:15:35 -0800
Date: Tue, 8 Nov 1994 10:15:35 -0800
From: Indonesia Publications/Task Force Indonesia <apakabar@igc.apc.org>
Message-Id: <199411081815.KAA22101@igc.apc.org>
To: apakabar@clark.net
Subject: Pemimpin Agama mesti kekang kekuata
Content-Type: text
Content-Length: 1469
Status: RO
/* Written 4:53 PM Nov 7, 1994 by hertadi@delphi.com in igc:soc.cult.indon */
/* ---------- "Pemimpin Agama mesti kekang kekuata" ---------- */
Pemimpin Agama Mesti Kekang Kekuatan Negatif
Riva del Garda, Minggu, Mdk/Ant
Mantan Perdana Menteri (PM) Jepang, Yasuhiro Nakasone mengingatkan para
pemimpin umat beragama membantu mengekang kekuatan negatif yang dapat
menghancurkan keharmonisan umat sedunia dengan menggunakan elemen-
elemen positif yaang masih dimiliki umat beragama.
Berbicara dalam Sidaang Umum ke VI World Conferention Religion and
Peace (WCRP) di Riva del Garda, Verona, Italia, para pemimpin WCRP,
sebuah organisasi beranggotan umat beragama dari seluruh dunia dan
bertujuan memelihara perdamaian dunia hendaknya memperhatikan beberapa hal.
Hal-hal itu di antaranya sdalah pentingnya mengetahui adanya perbedaan
perbedaan dan keanekaragaman pola hidup manusia, kerjasama antara
institusi dan menyediakan media komunikasi antarnegara dan wilayah.
Selain itu perlu diperhatikan juga masalah supranisaionalitas, yang
harus dipromosikan melalui memperkuat fungsi PBB, sebagai salah satu
lembaga dunia bersifat unik.
Indonesia menghadirkan tujuh delegasi dan tiga meninjau dalam sidang umum
VI WCRP itu. Ketujuh delegasi tersebut Lukman Harun, Timur Djaelani,
Victor Tanja, Gedong Oka, Maftuchan Yusuf, Harijanto Y Thohari dan
Wisnu Wisnuadji. Ketiga peninjau antara lain Dr Shofwan Karim dan
Din Syamsuddin.
(Merdeka, Senin, 7 November 1994)
From apakabar@igc.apc.org Tue Nov 8 14:13 EST 1994
Received: from mail.igc.apc.org (mail.igc.apc.org [192.82.108.38]) by clark.net (8.6.9/8.6.5) with ESMTP id OAA20327 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 14:13:37 -0500
Received: from igc.apc.org (igc.apc.org [192.82.108.1]) by mail.igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.51 ) with SMTP id KAA27742 for <apakabar@clark.net>; Tue, 8 Nov 1994 10:18:02 -0800
Received: (from apakabar@localhost) by igc.apc.org (8.6.9/Revision: 1.183 ) id KAA22369 for apakabar; Tue, 8 Nov 1994 10:18:00 -0800
Date: Tue, 8 Nov 1994 10:18:00 -0800
From: Indonesia Publications/Task Force Indonesia <apakabar@igc.apc.org>
Message-Id: <199411081818.KAA22369@igc.apc.org>
To: apakabar@igc.apc.org
Subject: APEC bisa terhambat hubungan AS-Jep
Content-Type: text
Content-Length: 3744
Status: RO
/* Written 4:55 PM Nov 7, 1994 by hertadi@delphi.com in igc:soc.cult.indon */
/* ---------- "APEC bisa terhambat hubungan AS-Jep" ---------- */
Henry Kissinger:
APEC bisa Terhambat Hubungan AS-Jepang
JAKARTA, REPUBLIKA
Meski tak melihat adanya hambatan fundamental, Dr. Henry Kissinger
menduga hubungan perdagangan Amerika Serikat dan Jepang akan bisa
mengganjal pertemuan APEC.
Kissinger, Menteri Luar Negeri AS di masa Richard Nixon itu, datang
di Jakarta, Ahad kemarin. Kedatangannya tak berkaitan dengan APEC,
forum kerjasama ekonomi negara-negara Asia Pasisik yang digelar di
Bogor, 15 November depan.
Kissinger datang ke sini untuk berbicara di depan Sidang Perhimpunan
Bankir Asia (Asian Bankers Association, ABA), di Jakarta, 7-8 November.
Namun, pertanyaan tentang APEC itulah yang banyak dilontarkan wartawan yang
menjemputnya di Bandara Soekarno-Hatta. Mengenakan stelan jas hitam, berdasi
putih, Kissinger tangkas menjawab berbagai pertanyaan itu. Rambutnya
mulai memutih, kacamatanya tebal, dia lebih mirip intelektual ketimbang
politisi. Dan berikut ini petikan wawancara wartawan dengannya.
Tentang APEC
Pertemuan di Seatle (pertemuan APEC pertama di Blake Island, Seatle, AS
tahun lalu) sukses dan itu akan terulang kembali di sini. Meski merupakan
pertemuan biasa, forum ini memberi peluang kepada para pemimpin untuk
saling bertukar ide dan gagasan.
Hubungan AS dan Indonesia selama ini amat baik dan terus meningkat. Begitu
pula hubungan AS dengan negara lain di Asia Pasifik. Ini bisa terlihat dari
membaiknya hubungan aanara AS dan Cina. Jadi, saya kira pertemuan APEC kali
ini bakal sukses dalam suasana penuh kerjasama.
Hambatan yang mungkin muncul dalam forum ini, seperti biasanya, adalah
berkaitan dengan hubungan perdagangan antara AS dan Jepang. Atau antara
Jepang dan Cina. Juga antara ketiganya. Tapi saya tak melihat ada hambatan
mengenai masalah-masalah yang fundamental.
AS kini terikat dalam NAFTA - Pakta Perdagangan Bebas Amerika Utara (Kanada,
AS dan Meksiko). Namun saya kira AS akan terus meningkatkan hubungan
dagangnya dengan kelompok-kelompok dagang lain. Dan bagi banyak negara,
misalnya Indonesia, forum Asia Pasifik bisa meningkatkan dan mengembangkan
hubungan dagangnya dengan NAFTA.
Liberalisasi perdagangan di Asia Pasifik bakal menjadi kenyataan dalam waktu
dekat, atau mungkin 10 tahun lagi. Tapi, Asia Pasifik sebagai kawasan
perdagangan bebas tampaknya belum akan terjadi. Sebab, dalam jangka pendek,
saya melihat perbedaan yang sangat kentara di Asia Pasifik.
Tentang Potensi Investasi di Indonesia
Saya sudah berkunjung ke Indonesia sejak pertengahan 60-an. Juga beberapa
negara di kawasan Asia. Saya melihat ada perubahan yang sangat dramatis
di kawasan ini. Dan Indonesia merupakan salah satu negaraa yang mengalami
pertumbuhaan besar. Pengalaman-pengalaman saya dengan kondisi
perekonomian di sini benar-benar memuaskan. Jadi saya kira, Indonesia
merupakan tempat excellent buat investasi.
Tentang Hak Asasi Manusia di Indonesia
Di AS saya kerap mendapat pertanyaan tentang ini. Anda tahu AS sangat
memperhatikan sekali soal HAM. Saya tidak ingin mengatakan bahwa ekonomi
atau tekanan lain terimplementasikan dalam hal itu. Kami mempunyai hak
untuk melakukan apa yang kami yakini. Namun, saya tak yakin bahwa kondisi
politik maupun ekonomi dapat digunakan untuk menekan negara lain.
Tentang Sidang ABA
Saya akan membicarakan secara global mengenai situasi internasional saat ini.
Dalam beberapa hal mungkin juga menyangkut hubungan antara AS dengan negara
negara di kawasan Asia, khususnya di Asia Tenggara. Saya juga mengamati
kondisi perbankan Indonesia. Dan saya melihat ada beberapa permasalahan
yang spesifik di sini.
(Republika, Senin, 7 November 1994)